PALU-Bisnis warung kopi di Kota Palu, Sulawesi Tengah dalam kurun waktu satu dekade terakhir, kian tumbuh subur. Hal ini dipengaruhi tingginya minat masyarakat mengonsumsi kopi berbagai jenis dan asal serta cita rasa yang khas. Kondisi ini menguntungkan pemilik usaha dan sekaligus membuka lapangan kerja bagi peracik atau barista.
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga barista, Lembaga Kursus dan Pelatihan Javasloka kembali mencetak 20 barista muda. Mereka baru saja selesai menjalani pelatihan selama 38 hari atau 150 jam. Penutupan pelatihan barista ini berlangsung di kantor LKP Javasloka, Jalan Gelatik, Kota Palu, Senin (17/8/2026) malam. Hadir dalam penutupan itu, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Taufik Lamuhido, S.Sos, M.Si dan Penilik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Cici Gunsar Novianti, S.Pd serta sejumlah mitra kerja.
Pimpinan LKP Javasloka, Amrin Lamatolo, S.Sos, M.A.P dalam laporannya menyampaikan pelatihan barista untuk kali kesekian ini merupakan kerjasama dengan Kementerian Pendidikan Dasar Menengah Republik Indonesia melalui Program Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026. Selama pelatihan, peserta yang terdiri dari laki-laki dan perempuan tersebut mendapatkan bekal pengetahuan tentang sejarah dan jenis-jenis kopi, kewirausahaan dan keterampilan meracik kopi kekinian.
Tidak hanya itu, lanjut Amrin, setiap kelompok yang terdiri dari 5 orang mendapatkan bantuan rintisan usaha. ‘’Jadi selain mendapatkan bekal pengetahuan dan keterampilan, mereka juga mendapat bantuan peralatan usaha,’’tandasnya.
Amrin mengakui pelatihan barista yang rutin dilaksanakan tersebut, seiring dengan tingginya kebutuhan barista di Kota Palu. Ibukota provinsi Sulawesi Tengah ini memiliki 314 kedai kopi dan terbanyak keempat setelah Kota Makassar, Manado dan Kendari.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Taufik Lamuhido, S.Sos, M.Si dalam sambutannya memberikan apresiasi pimpinan LKP Javasloka yang rutin menyelenggarakan pelatihan barista. Hasil pelatihan ini, kata Taufik tentunya menjadi bekal berharga bagi peserta untuk bisa membuka lapangan kerja. Apalagi mendapatkan alat rintisan usaha. ‘’Adik-adik harus bersyukur dan bangga karena tidak hanya mendapatkan ilmu dan keterampilan tapi juga peralatan usaha,’’tandasnya.
Untuk itu, Taufik berpesan kepada puluhan barista muda tersebut agar memanfaatkan bantuan usaha yang diberikan agar bisa berkembang dan menjadi pebisnis kedai kopi yang sukses. ‘’Tidak hanya bermanfaat bagi dirinya tapi juga keluarga dan masyarakat,’’pungkasnya. (sam)






