PALU – Sebanyak 23 atlet usia dini mengikuti Inline Skate Competition 2026 yang digelar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kota Palu di Jalan Penggaraman, Kelurahan Talise, Kota Palu, Minggu (12/7/2026).
Kompetisi nomor sprint 100 meter itu menjadi bagian dari upaya pembinaan sekaligus penjaringan atlet-atlet muda yang dipersiapkan untuk mengikuti berbagai kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi.
Para peserta berasal dari kategori pemula, Kelompok Umur (KU) A, dan Kelompok Umur (KU) B. Perlombaan berlangsung melalui tiga tahapan, mulai dari time trial, dilanjutkan babak head-to-head, hingga final untuk menentukan juara di setiap kategori.
Ketua Perserosi Kota Palu, Sarfan Da’a, mengatakan kejuaraan tersebut digelar sebagai wadah mencari atlet-atlet potensial sejak usia dini.”Tujuan kegiatan ini dilaksanakan adalah dalam rangka menjaring atlet-atlet berprestasi sejak usia dini di Kota Palu,” ujar Sarfan diwawancarai media ini di lokasi lomba, Minggu (12/7) pagi
Menurut dia, hasil kompetisi akan menjadi bahan evaluasi pelatih dalam melihat potensi atlet yang nantinya dipersiapkan mengikuti berbagai event di luar Kota Palu guna mengasah kemampuan sekaligus mental bertanding.
Sarfan berharap ke depan semakin banyak klub sepatu roda bermunculan di Kota Palu agar pembinaan atlet berlangsung lebih luas. Ia juga menyebut pihaknya berencana menggelar kompetisi skateboard sebagai bagian dari pengembangan olahraga roda.”Harapan ke depannya adalah banyaknya dibentuk lagi klub-klub sepatu roda di Kota Palu,” katanya.
Meski pembinaan terus berjalan, Sarfan mengakui Kota Palu hingga kini belum memiliki arena khusus untuk olahraga sepatu roda.
Namun, pihaknya mengupayakan pembangunan infrastruktur latihan melalui dukungan dana stimulan yang diterima untuk tahun depan.
Sementara itu, salah seorang orang tua peserta, Ramli, mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Menurutnya, kompetisi menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan prestasi di cabang olahraga sepatu roda.”Alhamdulillah sekarang pemerintah atau KONI sudah melihat bahwa potensi anak kami untuk olahraga sepatu roda ini ada ruang untuk berprestasi,” ujarnya.
Ramli berharap rencana pembangunan arena latihan dapat segera terealisasi. Menurutnya, selama ini para atlet masih harus berpindah-pindah lokasi latihan karena belum tersedia fasilitas yang permanen.”Kami berharap ke depan sudah ada arena yang paten agar anak-anak bisa lebih berprestasi dan mewakili Sulawesi Tengah,” katanya.
Selain memperebutkan medali, piagam, dan total bonus pembinaan senilai Rp5 juta, seluruh peserta juga memperoleh sertifikat penghargaan sebagai bentuk apresiasi. Kejuaraan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya atlet-atlet sepatu roda muda Kota Palu yang mampu bersaing pada ajang olahraga tingkat regional maupun nasional.(scw)






