BANTAENG — Mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan sebuah inovasi desa berupa tempat sampah terpilah di Kelurahan Bonto Rita, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng.
Inovasi tersebut diwujudkan melalui pembuatan tempat sampah sederhana yang terbagi menjadi dua jenis, yaitu sampah basah dan sampah kering. Fasilitas ini dibuat menggunakan bahan yang mudah diperoleh dan dirancang agar dapat dimanfaatkan dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.
Kehadiran tempat sampah terpilah ini merupakan langkah sederhana dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih sekaligus mendorong kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.
Program inovasi desa ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya SDGs Desa ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi Desa yang Sadar Lingkungan serta SDGs Desa ke-11 tentang Desa Kawasan Permukiman Berkelanjutan.
Melalui inovasi tersebut, mahasiswa KKN-T 116 Unhas tidak hanya menghadirkan sebuah fasilitas, tetapi juga meninggalkan sesuatu yang dapat dimanfaatkan dan dilanjutkan oleh masyarakat Bonto Rita.
Bagi mahasiswa KKN-T 116, inovasi sederhana ini menjadi bentuk nyata bahwa menciptakan lingkungan yang lebih baik tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Dari satu tempat sampah, dapat dimulai kebiasaan kecil yang memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Ke depannya, fasilitas tersebut diharapkan dapat terus digunakan dan dirawat bersama sehingga manfaatnya tetap dirasakan oleh masyarakat Bonto Rita setelah pelaksanaan KKN berakhir.(SCW)






