Marsiadapari Tandihat 2026 UI Perkuat Pemulihan Psikososial Anak Pascabencana di Tapanuli Selatan

  • Whatsapp
Tim Marsiadapari Tandihat 2026 UI dan UNAR Bersama Kades Tandihat.(dok.dpisui)

TAPANULI SELATAN– Semangat gotong royong menjadi energi utama kehadiran Tim Marsiadapari Tandihat 2026 di kawasan Hunian Sementara (Huntara) Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Program ini merupakan bagian dari UI Peduli di bawah naungan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia (DPIS UI) dan didukung Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) yang diarahkan untuk memperkuat pemulihan psikososial anak-anak sekaligus mendukung masyarakat terdampak bencana.

Tim Marsiadapari Tandihat 2026 dipimpin oleh Assoc.Prof.Dr. Hendra Kaprisma (Dosen FIB UI) yang melibatkan 14 mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), 2 alumni UI (FIB dan FIK), serta 10 mahasiswa Universitas Aufa Royhan (UNAR). Tim lintas perguruan tinggi ini hadir di Huntara Tandihat dengan pendekatan kolaboratif melalui kegiatan literasi pendidikan, pendampingan psikososial, layanan kesehatan, dan bakti sosial bagi masyarakat di wilayah terdampak. Kehadiran tim di Tandihat pada Rabu, 23 September 2026, menandai dimulainya rangkaian kegiatan lapangan yang dirancang untuk membangun kembali rasa aman, semangat belajar, kemampuan berekspresi, serta ketahanan psikososial anak-anak pascabencana. Tim tersebut juga diperkuat oleh dosen-dosen FIK UI yaitu, Ns. La Ode Abdul Rahman, Ns. Indah Permata Sari, dan Ns. Astuti.

Dari Kampus untuk Masyarakat: UI dan UNAR Bersinergi

Sebelum menuju lokasi program, Tim Marsiadapari Tandihat 2026 Universitas Indonesia melakukan kunjungan dan koordinasi ke Universitas Aufa Royhan (UNAR). Kehadiran tim disambut oleh Rektor Universitas Aufa Royhan, Assoc.Prof.Dr. Anto, SKM., M.Kes., MM., yang menyampaikan dukungan terhadap kolaborasi antara UI dan UNAR dalam pelaksanaan program di Tandihat.

Kolaborasi kedua perguruan tinggi tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun ekosistem pengabdian masyarakat yang tidak hanya berbasis keilmuan, tetapi juga mengedepankan solidaritas antarkampus dan kepedulian terhadap masyarakat.“Perjalanan jauh dari Depok menuju Sumatera Utara merupakan wujud nyata kebersamaan. Ketika mahasiswa Universitas Indonesia hadir di kampus kami, kita telah terikat sebagai satu keluarga. Demikian pula sebaliknya, saat civitas akademika UNAR bertandang ke UI ataupun dalam setiap agenda kerja sama ke depan, kita adalah satu ikatan persaudaraan yang saling menguatkan.” ungkap Assoc.Prof.Dr. Anto, SKM., M.Kes., MM., Rektor Universitas Aufa Royhan

Setelah melakukan koordinasi di kampus UNAR, tim melanjutkan perjalanan menuju kawasan Huntara Desa Tandihat. Kedatangan tim disambut oleh Kepala Desa Tandihat, Saban Yuharja Siregar, S.Sos., tokoh masyarakat, serta berbagai unsur kelembagaan masyarakat setempat.“Kami saling mendukung dan menyambut baik program yang dibawa oleh Universitas Indonesia untuk masyarakat Tandihat.” sambut Saban Yuharja Siregar, S.Sos., Kepala Desa Tandihat

Marsiadapari: Hadir, Mendampingi, dan Memulihkan Bersama

Nama Marsiadapari merepresentasikan semangat kebersamaan dan saling membantu yang menjadi jiwa utama program. Dalam konteks Tandihat, semangat tersebut diterjemahkan ke dalam pendekatan pengabdian yang menempatkan masyarakat bukan sekadar sebagai penerima manfaat, melainkan sebagai mitra dalam proses pemulihan.

Program ini secara khusus memberikan perhatian kepada anak-anak yang berada dalam situasi pascabencana. Pengalaman bencana dapat memengaruhi rasa aman, proses belajar, interaksi sosial, serta kemampuan anak dalam mengenali dan mengekspresikan emosinya.

Karena itu, pendampingan dilakukan melalui pendekatan yang suportif, edukatif, kreatif, interaktif, dan berpusat pada anak. Kegiatan tidak hanya diarahkan pada pemulihan psikososial, tetapi juga pada penciptaan lingkungan yang mendukung anak untuk kembali belajar, bermain, berkomunikasi, dan membangun harapan.

Pemulihan Harus Berjalan Bersama Masyarakat

Direktur Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia, Dr. L.G. Saraswati Putri, menegaskan bahwa kehadiran UI melalui Marsiadapari Tandihat merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk hadir bersama masyarakat dalam menghadapi situasi pascabencana.“Marsiadapari Tandihat merupakan wujud nyata komitmen Universitas Indonesia untuk hadir dan berjalan bersama masyarakat dalam situasi sulit. Pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kembali lingkungan fisik, tetapi juga dengan memulihkan rasa aman, kepercayaan diri, semangat belajar, dan hubungan sosial masyarakat, terutama anak-anak.”

Kekuatan program terletak pada kolaborasi berbagai pihak dan pendekatan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi antara UI, Iluni UI, UNAR, pemerintah daerah, masyarakat, para mitra sponsor, serta berbagai unsur pendukung lainnya, Marsiadapari Tandihat dapat menjadi ruang bersama untuk saling belajar, saling menguatkan, dan membangun kembali ketangguhan masyarakat. Pengetahuan akademik harus dapat hadir secara manusiawi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kolaborasi Lintas Disiplin: Budaya, Keperawatan, dan Kekuatan Mahasiswa

Marsiadapari Tandihat 2026 mempertemukan dua kekuatan akademik Universitas Indonesia, yaitu Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB UI) dan Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK UI). Kolaborasi lintas disiplin tersebut diharapkan dapat memungkinkan pendekatan pemulihan yang lebih komprehensif sekaligus sensitif terhadap konteks budaya dan karakter masyarakat setempat. Dukungan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan UI beserta berbagai lembaga kemahasiswaan FIK UI juga memperkuat peran mahasiswa sebagai bagian dari gerakan pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu fokus utama Marsiadapari Tandihat 2026 adalah pendampingan anak-anak di SD Darurat Desa Tandihat. Pendampingan dilakukan melalui berbagai kegiatan kreatif seperti storytelling, permainan, aktivitas ekspresif, serta kegiatan edukatif yang dirancang untuk membantu anak membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri. Pendekatan tersebut tidak menempatkan anak sebagai objek intervensi, tetapi memberikan ruang bagi mereka untuk bermain, bercerita, berekspresi, berinteraksi, dan membangun kembali harapan.

Koordinator Tim Mahasiswa UI, Aqila Bunga Nurhanin, yang juga merupakan Ketua BEM FIK UI, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan juga diperluas kepada masyarakat di kawasan Huntara.“Kegiatan Marsiadapari Tandihat terdiri atas beberapa rangkaian. Untuk anak-anak di SD Darurat Desa Tandihat, tim akan melakukan pendampingan melalui media kreatif, storytelling, dan permainan sebagai bagian dari proses pemulihan psikososial. Sementara itu, bagi warga, kami akan melaksanakan penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, serta bakti sosial sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat di Huntara.”

Selain pendampingan psikososial anak, program Marsiadapari Tandihat juga mencakup kegiatan bagi masyarakat melalui program Pendampingan Anak (aktivitas kreatif dan ekspresif, storytelling, permainan edukatif, pendampingan psikososial, penguatan semangat belajar), Layanan Kesehatan (penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan dasar, edukasi kesehatan Masyarakat), dan Penguatan Komunitas (bakti sosial, interaksi dan pendampingan Masyarakat, penguatan kolaborasi dengan pemerintah desa, penguatan jejaring perguruan tinggi dan masyarakat).

Dengan pendekatan tersebut, Marsiadapari Tandihat tidak hanya diarahkan untuk memberikan intervensi jangka pendek, tetapi juga membangun lingkungan sosial yang lebih suportif bagi proses pemulihan masyarakat.

Membangun Kembali Harapan dari Tandihat

Kehadiran Tim Marsiadapari Tandihat 2026 menjadi bagian dari upaya Universitas Indonesia untuk menerjemahkan pengetahuan, kepedulian, dan semangat kolaborasi ke dalam aksi nyata di tengah masyarakat. Bagi anak-anak, pemulihan berarti kembali memiliki ruang untuk belajar, bermain, bercerita, dan bermimpi. Bagi masyarakat, pemulihan berarti membangun kembali rasa percaya diri, kesehatan, solidaritas, dan kemampuan untuk menghadapi masa depan.

Melalui semangat Marsiadapari, UI bersama UNAR, pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, mahasiswa, alumni, dan berbagai pihak terkait berupaya menjadikan proses pemulihan sebagai kerja bersama. “Dari kampus menuju masyarakat. Dari kepedulian menjadi tindakan. Dari pemulihan menuju ketangguhan. Marsiadapari Tandihat 2026, bersama memulihkan, bersama menguatkan, bersama membangun harapan.” ucap Assoc.Prof.Dr. Hendra Kaprisma, Ketua Tim Pengmas UI.(sam)

Pos terkait