Tim 7 Ekspedisi Patriot UI Jajaki Dukungan Disperindag Papua Barat untuk Hilirisasi Pala

  • Whatsapp
TEP 7 Universitas Indonesia bersama Jajaran Disperindag Provinsi Papua Barat..(ist)

MANOKWARI— Tim 7 Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI, Tim 3 Kementrans RI) melakukan audiensi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua Barat di Manokwari, Rabu (21/10). Pertemuan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi komoditas pala dari Kawasan Transmigrasi Werianggi–Werabur, Kabupaten Teluk Wondama, sekaligus mendiskusikan peluang pengembangan dan promosi produk olahan pala melalui pendekatan hilirisasi berbasis zero-waste.

Dalam audiensi tersebut, Tim 7 memaparkan upaya pengembangan komoditas pala agar tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah dan identitas merek. Salah satu produk yang diperkenalkan ialah Kakomi, jenama produk olahan pala yang dikembangkan bersama kelompok usaha masyarakat di Werianggi–Werabur.

Pertemuan ini mendapat sambutan positif dari Disperindag Provinsi Papua Barat. Kepala Dinas Perindag, Bondan Santoso, S.STP., M.Ec.Dev., turut memberikan arahan dan dukungan terhadap pengembangan potensi pala Werianggi–Werabur agar produk turunannya dapat diperkenalkan lebih luas sebagai produk unggulan daerah. Dalam audiensi tersebut, Tim 7 bertemu dengan Plh. Kepala Dinas Perindag, Kundrat Pattipi, S.E., M.Si.; Plt. Sekretaris Disperindag, Andrianto Sudarwadi, S.E.; serta Kepala Subbagian Keuangan Disperindag, Herny Yanti Rase, S.E., M.M., untuk membahas potensi pengembangan dan promosi produk olahan pala.

Tim 7 TEP UI di bawah koordinasi Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia (DPIS UI) serta dalam Program Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi RI dipimpin oleh Assoc.Prof.Dr. Hendra Kaprisma, dengan anggota Edelleit Rose, M.Hum.; Salsabila Erlindita, S.Hum.; Maulana Rizqi, S.E.; Bella Rose Simangunsong, S.Si.; dan Yusril Ikhtiar Muhammad, S.Hub.Int.

Hilirisasi Pala untuk Memperkuat Potensi Ekonomi Lokal

Ketua Tim 7 Ekspedisi Patriot UI, Assoc.Prof.Dr. Hendra Kaprisma, menegaskan bahwa hilirisasi pala perlu diarahkan pada penguatan kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan komoditas unggulan secara berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan produk tidak cukup hanya berfokus pada proses pengolahan, tetapi juga perlu memperhatikan identitas merek, kualitas, dan peluang keberlanjutan usaha.

“Kami ingin potensi pala di Werianggi–Werabur tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki identitas, nilai tambah, dan daya saing. Melalui Kakomi dan pendekatan zero-waste, kami berupaya mendorong pemanfaatan potensi lokal secara lebih optimal sekaligus memperkuat kapasitas kelompok usaha masyarakat. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi penting agar pengembangan yang dimulai di tingkat masyarakat dapat berlanjut dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Hendra.

Pengembangan pala menjadi salah satu fokus pendampingan Tim 7 di Werianggi–Werabur. Komoditas ini memiliki peluang untuk dikembangkan melalui diversifikasi produk, penguatan identitas merek, perbaikan kemasan, serta pemanfaatan bagian-bagian pala secara lebih optimal.

Melalui konsep hilirisasi berbasis zero-waste, pengembangan pala diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomi, tetapi juga untuk mendorong pemanfaatan bahan baku secara lebih efisien dan meminimalkan limbah pengolahan. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat keberlanjutan pemanfaatan komoditas lokal.

Jenama Kakomi menjadi salah satu upaya untuk membangun identitas produk olahan pala yang berasal dari Werianggi–Werabur. Identitas merek tersebut diharapkan dapat memperkuat daya kenal produk, mengangkat cerita di balik komoditas lokal, dan menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha masyarakat.

TEP 7 UI memaparkan pengembangan produk turunan pala berbasis zero-waste dan jenama Kakomi dalam audiensi bersama jajaran Disperindag Provinsi Papua Barat di Manokwari (ist)

Disperindag Soroti Kualitas dan Keberlanjutan Produksi

Plh. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat, Kundrat Pattipi, S.E., M.Si., menyambut baik pemaparan Tim 7 TEP UI mengenai pengembangan produk turunan pala berbasis zero-waste. Diskusi tersebut turut menyoroti pentingnya memastikan potensi produk, validasi kualitas, kontinuitas produksi, regenerasi pelaku usaha, serta narasi publikasi yang mampu memperkuat identitas produk lokal.

“Potensi komoditas lokal seperti pala perlu terus dikembangkan agar memiliki nilai tambah dan dapat diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas. Produk yang dihasilkan juga perlu memperhatikan kualitas, kontinuitas produksi, serta identitas yang kuat sehingga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk unggulan daerah. Kami menyambut baik inisiatif ini dan berharap pengembangannya dapat terus berlanjut,” ujar Kundrat.

Sambutan positif dari Disperindag menjadi dorongan bagi Tim 7 TEP UI untuk melanjutkan pengembangan produk turunan pala dan memperkuat kesiapan kelompok usaha masyarakat. Dukungan yang diharapkan tidak hanya berkaitan dengan pengenalan produk, tetapi juga peluang promosi agar produk olahan pala Werianggi–Werabur dapat diperkenalkan melalui saluran yang relevan dengan pengembangan industri dan perdagangan daerah.

Lima Aspek Strategis Pengembangan Kakomi

Diskusi antara Tim 7 TEP UI dan Disperindag Provinsi Papua Barat menyoroti lima aspek penting yang perlu diperhatikan agar pengembangan produk dapat berlanjut dan memiliki peluang memasuki pasar yang lebih luas.

Pertama, potensi produk, yakni mengenali keunggulan pala dan produk turunannya sebagai komoditas yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan daerah. Kedua, uji validasi, untuk memastikan produk yang dikembangkan memiliki kualitas dan karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan serta harapan pasar.

Ketiga, kontinuitas produksi, yaitu memastikan ketersediaan bahan baku dan kemampuan kelompok usaha menjaga produksi secara berkelanjutan. Keempat, regenerasi, yang berkaitan dengan pentingnya keterlibatan generasi penerus dalam pengolahan, pengembangan, dan pemasaran produk lokal. Kelima, narasi publikasi, yakni membangun cerita produk yang kuat, konsisten, dan mampu memperkenalkan keunikan pala Werianggi–Werabur kepada masyarakat yang lebih luas.

Kelima aspek tersebut menjadi perhatian penting karena pengembangan produk unggulan tidak berhenti pada keberhasilan menghasilkan produk. Kualitas, konsistensi produksi, keberlanjutan pelaku usaha, serta kemampuan mengomunikasikan nilai dan keunikan produk turut menentukan peluang produk untuk berkembang di pasar.

Menghubungkan Potensi Lokal dengan Peluang Pasar

Bagi Tim 7 TEP UI, audiensi ini merupakan bagian dari upaya mempertemukan potensi lokal, pendampingan masyarakat, dan dukungan pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem usaha yang lebih kuat. Pengembangan Kakomi diharapkan dapat menjadi salah satu contoh bagaimana komoditas unggulan daerah dapat diolah menjadi produk dengan identitas yang jelas dan nilai tambah yang lebih besar.

Ke depan, pengembangan tersebut memerlukan tindak lanjut yang memperhatikan validasi produk, keberlanjutan produksi, penguatan kapasitas kelompok usaha, regenerasi pelaku, serta penyusunan narasi publikasi yang menarik dan akurat. Dengan dukungan berbagai pihak, pala Werianggi–Werabur diharapkan tidak hanya dikenal sebagai komoditas mentah, tetapi juga sebagai produk olahan yang membawa identitas dan potensi ekonomi masyarakat Teluk Wondama.

Melalui Program Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi RI, Tim 7 Universitas Indonesia terus berupaya mendorong pengembangan potensi lokal melalui inovasi, pendampingan, dan penguatan jejaring. Audiensi ini menjadi salah satu langkah untuk menghubungkan kerja pengembangan di tingkat masyarakat dengan peluang promosi dan pengembangan pasar di tingkat provinsi.(scw)

Pos terkait