Storytelling Marsiadapari Tandihat UI Bangkitkan Keceriaan Anak-Anak Pascabencana

  • Whatsapp
Kegiatan Senam Bersama Tim Marsiadapari 2026 UI di SDN 100207 Tandihat (26092026) (ist)

TAPANULI — Tawa hangat, cerita, dan harapan bergema di setiap ruang SDN 100207 Tandihat, Kecamatan Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan. Di bawah bayang-bayang trauma pascabencana yang mungkin masih terasa, anak-anak diajak untuk menuangkan imajinasi dan harapan mereka melalui storytelling dengan boneka tangan. Mereka mendalami cerita yang diharapkan, lalu mengubahnya menjadi tawa bahagia bersama Tim Marsiadapari Tandihat 2026 Universitas Indonesia. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program UI Peduli di bawah koordinasi Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia (DPIS UI) dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI). Program di lapangan dieksekusi oleh Tim Marsiadapari Tandihat 2026 yang dipimpin oleh Assoc.Prof.Dr. Hendra Kaprisma, dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI). Tim ini beranggotakan 14 mahasiswi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), 2 alumni FIB UI dan FIK UI, yang berkolaborasi dengan 10 mahasiswa Universitas Aufa Royhan (UNAR) serta pihak lain. ​Program ini juga diperkuat oleh dukungan dosen-dosen dari FIK UI, yaitu Ns. La Ode Abd Rahman, Ns. Indah Permata Sari, dan Ns. Astuti.  

​Program ini dirancang untuk menghadirkan kehangatan serta pendampingan psikososial bagi masyarakat, khususnya anak-anak di kawasan Hunian Sementara (Huntara) Desa Tandihat, sebagai langkah preventif pencegahan dampak psikososial jangka panjang pascabencana.  

Pilihan Redaksi :  Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor, Gubernur Anwar Hafid Dorong UMKM Sulteng Tembus Pasar Global

Tim lintas perguruan tinggi ini tidak hanya membawa kebahagiaan bagi masyarakat, tetapi juga menjaga kekompakan dan kehangatan internal dalam tim. Ketua Tim Pengmas UI, Assoc. Prof. Dr. Hendra Kaprisma, menekankan pentingnya kesejahteraan emosional para relawan. ​“Kita boleh membantu memulihkan orang lain, tetapi jangan pernah lupa bahwa diri kita sendiri juga butuh untuk dipulihkan. Kesejahteraan hati penerima manfaat sangat bergantung pada kesejahteraan hati para pengabdi. Apa yang kita pancarkan adalah murni kesucian dan ketulusan dari hati yang bergembira,” ujar Ketua Tim.  

Mengingat keterbatasan ruang kelas, kegiatan pendampingan dilanjutkan dengan membagi para siswa menjadi dua kelompok besar, yaitu lower class (kelas 1–3) dan upper class (kelas 4–6). Suasana kelas dibangun dengan sapaan hangat dan penuh keceriaan. Anak-anak diajak melakukan berbagai tepukan penyemangat, seperti tepuk selamat pagi dan tepuk fokus, untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan.  

​Dari Imajinasi Menjadi Hiburan yang Menyenangkan

Acara diawali dengan mendongeng tentang kisah hewan menggunakan media boneka tangan. Kemudian, beberapa perwakilan siswa memberanikan diri maju ke depan kelas untuk mendongeng dengan imajinasi mereka sendiri.  Keceriaan terpancar jelas dari wajah para siswa. Faiza dan Miftah, siswi SDN 100207 Tandihat, menyampaikan rasa bahagianya selama mengikuti kegiatan.  “Kami sangat senang bisa bertemu dengan Kakak-kakak dari UI dan UNAR. Semoga Kakak-kakak panjang umur dan sehat selalu. Terima kasih sudah memberikan bantuan dan bermain bersama kami,” ungkap mereka. 

Pilihan Redaksi :  Besok, Gubernur Anwar Hafid Bersama Menteri UMKM Deklarasikan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha

Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian kelompok kecil menggunakan metode berhitung 1 sampai 4. Dalam kelompok tersebut, anak-anak diajak berdiskusi dan menyepakati alur cerita dongeng yang ingin mereka tampilkan. Melalui proses ini, anak-anak belajar bekerja sama, membangun jalan cerita, dan menghasilkan karya kreatif bersama.  ​Tawa riang pecah saat anak-anak mementaskan cerita buatan mereka sendiri dengan menggunakan media boneka tangan. Dari mereka dan untuk mereka, anak-anak diajarkan menciptakan kebahagiaan mereka sendiri.  

​Menanamkan Pola Hidup Bersih dan Sehat Sejak Dini

​

Selain storytelling, kegiatan ini juga diselingi edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara interaktif. Anak-anak diajak mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar dengan iringan lagu yang ceria, serta mengenali berbagai kebiasaan sehat sehari-hari, seperti mandi dua kali sehari, menggosok gigi secara teratur, dan membuang sampah pada tempatnya.  Ali Imran Siregar selaku koordinator mahasiswa dari Universitas Aufa Royhan (UNAR) sepakat bahwa PBHS itu sangat penting ditanamkan sejak usia dini dan itu merupakan salah satu penanaman karakter berkelanjutan. 

Pilihan Redaksi :  Besok, Gubernur Anwar Hafid Bersama Menteri UMKM Deklarasikan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha

Menurut Tim Marsiadapari Tandihat, menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini merupakan akar yang sangat penting untuk ditanamkan kepada anak guna menjalani kehidupan yang terbaik di masa yang akan datang. Antusiasme anak-anak terlihat sangat tinggi sepanjang sesi. Salah seorang siswa bahkan menyampaikan dengan polos dan gembira bahwa hidup bersih dan sehat itu ternyata terasa enak dan nyaman.  

Rangkaian acara ditutup dengan pembagian buah tangan berupa boneka tangan, tumbler, jajanan sehat, vitamin, tote bag, dan tas sekolah. Bantuan tersebut disambut dengan penuh rasa syukur oleh para siswa. Pengalaman ini memotivasi mereka untuk belajar lebih rajin agar kelak dapat membantu sesama seperti para relawan. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama untuk mengabadikan momen kebersamaan. (sam)

Pos terkait