PALU – Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I (PJT I) mulai memperkuat kehadirannya di Wilayah Sungai (WS) Parigi-Poso, Sulawesi Tengah.Langkah tersebut dilakukan menyusul penambahan wilayah kerja perusahaan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2026. PJT I menyatakan siap menjalankan amanah pengelolaan sumber daya air di wilayah tersebut secara profesional, terpadu, dan berkelanjutan.
“Kami siap menjalankan amanah pengelolaan sumber daya air di WS Parigi-Poso. Tahapan awal yang kami lakukan adalah membangun koordinasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, sehingga pengelolaan sumber daya air ke depan dapat berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Kepala Divisi Jasa ASA WS Parigi-Poso Perum Jasa Tirta I, Ariet Setiawan.
Sebagai bagian dari tahap awal pelaksanaan penugasan, PJT I bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air telah menyelenggarakan sosialisasi Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2026 untuk Wilayah Sungai Parigi-Poso pada 2 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan tugas dan peran PJT I sekaligus membangun kesamaan pemahaman dengan para pengguna SDA dan pemangku kepentingan mengenai pengelolaan sumber daya air di WS Parigi-Poso.
Menurut Ariet, karakteristik setiap wilayah sungai memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, PJT I akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Wilayah Sungai III, pemerintah daerah, pengguna SDA, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya untuk menyelaraskan pengelolaan SDA dengan kondisi dan kebutuhan di WS Parigi-Poso.
“Kami ingin kehadiran PJT I dapat memberikan nilai tambah bagi pengelolaan sumber daya air di WS Parigi Poso. Bukan hanya melalui pengelolaan pada wilayah sungainya, tetapi juga dengan membangun kolaborasi jangka panjang untuk bersama-sama dengan Balai Wilayah Sulawesi III dan instansi terkait dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air di wilayah ini,” tambah Ariet.
Pengelolaan sumber daya air tersebut akan mengacu pada lima pilar pengelolaan sumber daya air di Indonesia, yakni konservasi, pendayagunaan, pengendalian daya rusak air, pengembangan sistem informasi sumber daya air, serta pemberdayaan dan peran serta masyarakat. Upaya itu juga mencakup dukungan terhadap operasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana sumber daya air serta optimalisasi pemanfaatan air secara berkelanjutan.
Berbekal pengalaman selama 36 tahun dalam pengelolaan sumber daya air, PJT I akan membawa kompetensi, pengalaman operasional, serta sistem pengelolaan yang telah dikembangkan perusahaan untuk mendukung pelaksanaan tugas di WS Parigi-Poso.
Kehadiran PJT I di WS Parigi-Poso menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk memperkuat pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Kolaborasi antarpemangku kepentingan diharapkan mampu menjaga keberlanjutan lingkungan, mendukung kebutuhan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi wilayah, sekaligus mendorong ketahanan pangan, air, dan energi nasional.(scw)






