BPPMT Denpasar dan TEP UI Perkuat UMKM Werianggi

  • Whatsapp
TEP UI bersama BPPMT Denpasar dan UMKM Werianggi.(ist)

TELUK WONDAMA— Upaya mendorong potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi masyarakat terus dilakukan di Kawasan Transmigrasi Werianggi–Werabur, Kabupaten Teluk Wondama. Melalui kolaborasi lintas keilmuan dan lintas kelembagaan, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia (UI) bersama Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Denpasar memperkuat kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kampung Werianggi.

Kolaborasi tersebut berlangsung melalui rangkaian kegiatan sosialisasi dan koordinasi terpadu pada 6—7 September 2026. Sebanyak empat tim Ekspedisi Patriot UI dari Fase 3 berkolaborasi dalam kegiatan tersebut, yakni Tim 2 PLTS Desa, Tim 7 Hilirisasi Pala Zero-Waste, Tim 15 Creative Hub: Produk Turunan, dan Tim 20 Bioprospeksi.

Pada kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada 7 September, para pegiat dan pelaku UMKM Kampung Werianggi menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi. Materi yang disampaikan oleh keempat tim dirancang secara terintegrasi untuk memperkenalkan potensi komoditas lokal sekaligus membuka perspektif baru mengenai inovasi, pengembangan produk, teknologi, serta peluang ekonomi bagi masyarakat.

Pendekatan kegiatan tersebut secara substantif membentuk proses pemberdayaan yang dapat dipahami melalui pola AIDA: Awareness, Interest, Desire, dan Action. Setiap tim memberikan kontribusi yang saling melengkapi, mulai dari membangun kesadaran akan potensi lokal hingga mendorong masyarakat untuk melakukan inovasi secara nyata.

Tim 20 Bioprospeksi membuka wawasan peserta tentang pentingnya mengenali dan mengidentifikasi potensi tumbuhan khas di lingkungan sekitar. Peserta diajak untuk melihat bahwa berbagai komoditas lokal tidak hanya memiliki nilai konsumsi, tetapi juga berpotensi memiliki nilai tambah lain, termasuk sebagai sumber bahan herbal dan produk berbasis sumber daya hayati.

Sementara itu, Tim 7 Hilirisasi Pala Zero-Waste memperkenalkan pentingnya Cultural Semiotics atau Semiotika Budaya dalam membangun identitas dan nilai suatu produk. Komoditas pala tidak hanya dipandang sebagai bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui proses hilirisasi, penguatan identitas budaya, branding, dan pemahaman terhadap aspek legalitas UMKM.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran para pelaku UMKM bahwa produk yang baik tidak hanya ditentukan oleh kualitas bahan bakunya. Identitas, cerita, kemasan, nilai budaya, serta legalitas menjadi bagian penting dalam membangun daya saing produk di pasar yang semakin terbuka.

Selanjutnya, Tim 15 Creative Hub: Produk Turunan memperkenalkan gagasan pengembangan fasilitas dan ruang kreatif sebagai bagian dari penguatan ekosistem produksi masyarakat. Creative Hub diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi untuk mengembangkan ide, meningkatkan kualitas produk, serta menciptakan produk turunan yang memiliki daya tarik dan nilai jual yang lebih tinggi.

Dalam konteks AIDA, pengembangan produk kreatif menjadi bagian penting dalam membangun Interest dan Desire, yaitu menarik perhatian konsumen sekaligus meningkatkan keinginan terhadap produk lokal yang dihasilkan masyarakat.

Sementara itu, Tim 2 PLTS Desa memperkenalkan pentingnya inovasi teknologi dalam siklus produksi. Inovasi tidak semata-mata dipahami sebagai alat atau teknologi berbentuk fisik, tetapi juga sebagai pola pikir atau mindset dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi masyarakat.

Tim 2 juga memberikan pengenalan mengenai potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai salah satu sumber energi alternatif. Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi contoh bagaimana pola pikir inovatif dapat diterapkan untuk mendukung kegiatan produksi dan pembangunan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Koordinasi Terpadu Bersama BPPMT Denpasar

Penguatan kolaborasi tersebut dilakukan secara terpadu antara TEP UI bidang hilirisasi dan BPPMT Denpasar di Kampung Werianggi. Sebanyak 30 pelaku UMKM Kampung Werianggi hadir dalam kegiatan koordinasi dan diskusi mengenai peluang pengembangan potensi lokal melalui inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan hilirisasi produk.

Pertemuan tersebut menjadi ruang penting untuk mempertemukan berbagai gagasan dan program yang dikembangkan oleh masing-masing tim. Sinergi lintas bidang diarahkan untuk membangun ekosistem pemberdayaan yang tidak berjalan terpisah, melainkan saling mendukung.

Pengembangan energi melalui PLTS, optimalisasi komoditas pala dengan konsep zero-waste, penciptaan produk-produk turunan melalui Creative Hub, serta eksplorasi potensi sumber daya hayati melalui bioprospeksi diharapkan dapat membentuk rantai inovasi yang berkelanjutan.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya didorong untuk mengenali potensi yang dimiliki, tetapi juga untuk mengembangkan kemampuan mengolah, memberikan nilai tambah, membangun identitas produk, serta memperluas peluang pasar.

Kolaborasi antara BPPMT Denpasar, Tim Ekspedisi Patriot UI, dan pelaku UMKM Kampung Werianggi menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Pendekatan lintas keilmuan yang diterapkan oleh empat tim TEP UI menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi masyarakat membutuhkan berbagai unsur yang saling terhubung. Komoditas lokal membutuhkan inovasi, inovasi membutuhkan teknologi, produk membutuhkan identitas, dan seluruh proses tersebut membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, potensi lokal Werianggi diharapkan tidak hanya berhenti menjadi sumber daya yang dijual dalam bentuk bahan mentah. Potensi tersebut dapat berkembang menjadi produk bernilai tambah yang memiliki identitas, daya saing, serta peluang pasar yang lebih luas.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga pemberdayaan, dan masyarakat dapat menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi bagi pembangunan kawasan transmigrasi.

Dari mengenali potensi, membangun inovasi, menciptakan produk, hingga mendorong tindakan nyata, Werianggi sedang membangun jalan menuju kemandirian ekonomi berbasis kekuatan lokalnya.(sam)

Pos terkait