Semarakkan WCD, Dinas Lingkungan Hidup Aksi Bersih Pesisir Teluk Palu

  • Whatsapp
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu menggelar aksi bersih-bersih sepanjang pesisir Teluk Palu, Jumat (22/9/2023) pagi.(syahrul/mediasulawesi.id)

PALU – Menggandeng mahasiswa dan komunitas peduli, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu menggelar aksi bersih-bersih sepanjang pesisir Teluk Palu, Jumat (22/9/2023) pagi. Membawa kantong sampah, peserta aksi bersih-bersih itu menyusuri pantai Talise Palu sembari mengangkat sampah yang berserakan. Sampah yang diangkut mulai dari area bibir pantai, tanggul batu gajah, hingga jalanan.

Aksi bersih-bersih itu dilakukan sebagai bentuk menyemarakkan World Cleanup Day (WCD) alias hari bersih-bersih sedunia tahun 2023. Sedianya, WCD tersebut memang selalu diperingati setiap tahunnya sepanjang bulan September. Gerakan WCD menjadi simpul bottom up global yang lahir dan menyebar ke seluruh dunia.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Ibnu Mundzir menyebut sejarah WCD itu memiliki eutopia (penyemangat, red) yang mampu mendorong lahirnya jutaan relawan dalam gerakan global yang menginsiparsi  berbagai golongan. Ia juga menyebut dari situlah pihaknya termotivasi menggelar gerakan yang sama di momentum WCD tahun 2023 di Kota Palu. “Hal itulah yang menginspirasi DLH kota palu, mendorong kegiatan serupa,” akunya Jumat (22/9/2023).

Pilihan Redaksi :  Rifki dan Wahono Resmi Nakhodai PFI Palu Periode 2024-2027

Lanjut Ibnu, Pemerintah Kota Palu juga telah melakukan berbagai cara dalam rangka menyemarakkan WCD tersebut. Pihaknya mendorong dan mengedukasi masyarakat terkait peringatan hari bersih-bersih sedunia. Menurutnya, hal itu dapat menyadarkan masyarakat akan menjaga kebersihan lingkungan. “Dengan maksud  bahwa semua lapisan masyarakat  dapat mendukung gerakan bersih-bersih  dengan menggerakan para relawan,” tuturnya.

Selain mahasiswa dan komunitas peduli, DLH Kota Palu juga menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, Polri, dan padat karya. Aksi itu berlangsung sekiranya 2 (dua) jam dengan titik penanganan sepanjang 1,5 km pesisir Teluk Palu.

Diketahui, di tahun 2023 ini gerakan bersih-bersih tersebut telah mampu menyatukan jutaan relawan baik dari pemerintah maupun organisasi. Gerakan itu tersebar di 191 negara dengan 60 juta relawan,  demi mengatasi krisis sampah global dan membantu menciptaan dunia baru yang lebih berkelanjutan.(SCW)

Pos terkait