PALU-Guru besar Universitas Alkhairaat Palu kembali bertambah setelah Prof Dr. Hj Ir. Ratnawati, M.P resmi dikukuhkan sebagai guru besar dalam kepakaran Ilmu Penyakit Tanaman (Fitopatologi). Prof Ratnawati menjadi guru besar kedua di Unisa setelah gelar yang sama sebelumnya diraih Prof Dr Ir H Kasman Jaya Saad, M.Si.
Pengukuhan guru besar tersebut berlangsung melalui Rapat Senat Terbuka yang digelar di Aula Fakultas Kedokteran Unisa Palu, Selasa (31/3/2026) pagi. Momen istimewa ini dihadiri langsung Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XVI (Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah),Munawir Sadzali Razak, S.IP, M.A, Ketua Yayasan Alkhairaat Palu, Dr H Hamdan Rampadio, MH, pejabat Forkopimda Sulawesi Tengah serta sejumlah rektor dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Tengah.
Prof Dr Ir Hj Ratnawati M.P dalam orasi ilmiahnya memilih topik ’One Health dan Peran Ilmu Patologi.Ia sengaja memilih judul tersebut dengan alasan, selama ini peran penyakit tanaman atau fitopatologi kerap dipandang sebelah mata. Fitopatologi sering direduksi sekadar sebagai ilmu ’’penyembuh’’ketika tanaman sakit dan bukan sebagai pondasi strategis dalam membangun pertanian yang sehat, tangguh dan berkelanjutan. Padahal menurutnya, fitopatologi menjadi salah satu kunci keberhasilan produksi pertanian dan menjaga keseimbangan antara tanaman, patogen, lingkungan dan manusia.
Dosen Fakultas Pertanian yang telah mengabdi di Unisa sejak September 1992 ini menekankan jika ke depan, pertanian tidak dapat dibangun secara parsial melainkan harus ada sinergitas yang erat antara inovasi teknologi, pendekatan ekologis dan kesadaran akan keberlanjutan.Konsep One Health disebut hadir sebagai paradigma integratif yang memandang kesehatan manusia, hewan, tumbuhan dan lingkungan sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Rektor Universitas Alkhairaat Palu Dr. Muhammad Yasin, M.Si dalam sambutannya menyampaikan selamat dan rasa bangga atas raihan gelar guru besar oleh Prof Dr. Ir. Hj Ratnawati, M.P. Menurut Rektor, capaian ini tentunya diharapkan menjadi motivasi bagi dosen-dosen lainnya. Disebutkan, saat ini ada sejumlah dosen berpangkat Lektor Kepala yang berpeluang untuk menyusul menjadi guru besar. Ia berharap dua tahun ke depan, guru besar di Unisa bertambah menjadi 5 orang. ’’Kita target hingga 2028, guru besar bertambah minimal 3 orang,’’harapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Alkhairaat Palu, Dr H Hamdan Rampadio MH secara khusus mengapresiasi keberhasilan Prof Ratnawati menjadi guru besar kedua di Unisa. Keberhasilan itu terasa lebih istimewa karena, perempuan kelahiran Ujung Pandang, 16 Desember 1968 itu menjadi dosen yayasan pertama di Sulawesi Tengah yang menyandang gelar guru besar.
Mantan Rektor Unisa ini berharap guru besar di kampus yang didirikan Sayed Idrus Bin Salim Aljufri atau akrab disapa Guru Tua ini terus bertambah. ’’Yah, kita harapkan jumlah guru besar di Unisa terus bertambah,’’tandasnya.
Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah XVI Dr Munawir Sadzali Razak, S.IP, M.A juga menyampaikan apresiasinya atas capaian Prof Ratnawati sebagai guru besar kedua di Unisa Palu. Munawir menyebutkan, capaian tersebut sekaligus menambah guru besar perguruan tinggi swasta di LLDikti Wlayah XVI menjadi 14 orang. Sedangkan khusus di Sulawesi Tengah, kini menjadi 5 orang.
Munawir juga mengungkapkan jika jumlah guru besar di LLDikti Wilayah XVI mengalami peningkatan hingga 300 persen. Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah dan ia mendorong kepada semua pimpinan perguruan tinggi khususnya di Sulawesi Tengah untuk memotivasi dosen-dosennya agar meraih gelar guru besar.
Pengukuhan guru besar kedua Unisa Palu ini juga ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Jabatan Lektor Kepala kepada 4 Dosen Unisa Palu serta penandatangana Nota Kesepahaman antara Unisa Palu dengan sejumlah perguruan tinggi di Palu dan Poso. (SCW)






