PALU — Ribuan jemaah yang menghadiri peringatan Haul ke-58 Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua mendapat layanan makan dan minum gratis yang disediakan di sekitar lokasi kegiatan, Rabu (1/4/2026).Posko tersebut berada di depan Toko Orion, sekitar 30 meter dari pusat kegiatan haul di kawasan Alkhairaat Pusat, Jalan SIS Al Jufri, Kota Palu.
Layanan ini disiapkan oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Tengah bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulawesi Tengah dan Vihara Karuna Dipa.
Ketua PSMTI Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, mengatakan kegiatan ini telah menjadi agenda rutin selama tujuh tahun terakhir setiap pelaksanaan haul.“Setiap pelaksanaan haul, kami menyediakan air minum gratis, serta membagikan es krim dan roti kepada para jemaah,” ujarnya.
Tahun ini, kata dia, pihaknya menyiapkan sekitar 400 dus air minum kemasan atau sekitar 20.000 gelas, 2.000 es krim, serta 1.000 roti cokelat yang dibagikan langsung kepada jemaah.Ia menjelaskan, layanan tersebut terus berkembang dari waktu ke waktu.
Pada awalnya hanya menyediakan air minum, kemudian ditambah roti, hingga beberapa tahun terakhir turut menyediakan es krim untuk membantu menyegarkan jemaah di tengah cuaca panas.Wijaya menyebutkan, air minum yang dibagikan berasal dari donasi para relawan.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi sosial dalam mendukung pelaksanaan haul yang setiap tahun dihadiri jemaah dari berbagai daerah.“Haul Guru Tua sudah menjadi identitas penting bagi Kota Palu dan memiliki potensi besar sebagai wisata religi,” katanya.
Ia juga menyoroti nilai toleransi yang diajarkan Guru Tua semasa hidupnya.
Menurutnya, kehidupan masyarakat di Kota Palu berjalan harmonis dengan saling mendukung tanpa memandang perbedaan.“Kami sebagai bagian dari masyarakat minoritas merasakan kebersamaan yang luar biasa,” ungkapnya.
Wijaya berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberi manfaat bagi jemaah, tetapi juga membawa dampak positif bagi daerah.“Efek berganda dari kegiatan ini akan dirasakan oleh semua pihak. Kita harus menjadi tuan rumah yang baik bagi para tamu yang hadir,” tambahnya.
Peringatan Haul Guru Tua tahun ini dipusatkan di kawasan Alkhairaat Pusat dan berlangsung pada 1 April 2026 atau bertepatan dengan 12 Syawal 1447 Hijriah. Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan pembacaan qasidah yang berlangsung khidmat.
Momentum ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk mengenang sekaligus mendoakan sosok Guru Tua yang dikenal berjasa dalam pengembangan pendidikan, khususnya di bidang spiritual dan keagamaan.Sejumlah pejabat negara turut dijadwalkan hadir, di antaranya Menteri Sosial RI, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Agama, Menteri UMKM, serta Menteri Kebudayaan Fadli Zon, bersama sejumlah gubernur dari kawasan timur Indonesia.(SCW)






