Pengurus PSTI Pasangkayu Diminta Programkan Kejuaraan Tingkat Kabupaten

  • Whatsapp
Ketua BPD Desa Kalola Kecamatan Bambalamotu,Sulaeman SH (egi/mediasulawesi.id)

PASANGKAYU – Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI) Kabupaten Pasangkayu, disarankan agar memprogramkan kejuaraan sepak takraw skala kabupaten.

Hal inilah yang diinginkan masyarakat, khususnya dari kalangan pemerhati/pecinta sepak takraw dari tiap-tiap desa yang ada di Kabupaten Pasangkayu, agar PSTI benar-benar bisa menghasilkan atlet berbakat di masa-masa mendatang.“Belakangan saya lihat, olahraga sepak takraw kembali menggeliat di masyarakat. Ini sesuatu yang bagus untuk daerah, dan Pengkab PSTI Pasangkayu harus menjemput ini, dengan memprogramkan kejuaraan tingkat kabupaten,” kata salah seorang warga Sulaeman S SH, kepada medisulawesi.id Sabtu (02/10/2021).

Ketua BPD Desa Kalola Kecamatan Bambalamotu ini, mengaku ikut mengamati perkembangan sepak takraw di Kabupaten Pasangkayu dalam beberapa tahun terakhir yang nyaris tak ada kejuaraan yang diselenggarakan oleh Pengkab PSTI Pasangkayu.“Untuk itu, saya menyarankan kepada teman-teman Pengurus Sepak Takraw di Kabupaten, agar memprogramkan Kejuaraan. Apakah itu, sifatnya Open Turnamen atau apa yang jelas kita ingin ada kejuaraan,” ucapnya.

Pilihan Redaksi :  PBSI Dukung Atlet PWI Sulteng Berlaga di Porwanas

Menurutnya, latihan sepak takraw yang selama ini berjalan di Desa-Desa, misalnya di Kecamatan Bambairan dan di Dapurang tentunya akan sia-sia ketika tidak disalurkan dalam sebuah ivent resmi yang muaranya kepada peningkatan atlet di daerah ini.“Tahun depan akan ada PORDA di Mamuju,PSTI sudah harusnya memikirkan kesana agar bisa meraih medali untuk kabupaten Pasangkayu,” paparanya.

Terakhir, Sulaeman mengaku siap bekerjasama jika hal ini bisa diwujudkan, apa lagi di daeahnya di Desa Kalola Kecamatan Bambalamotu ada banyak masyarakat yang mencintai olahraga sepak takraw.“Kalau di daerah saya, banyak teman-teman yang menyukai takraw, karena tidak ivent baik dari tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten teman-teman akhirnya malas latihan,” pungkasnya. (egi)

Pos terkait