TELUK WONDAMA- Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI), yang berada dalam koordinasi dengan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia dan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) Universitas Indonesia, melakukan audiensi dan koordinasi dengan Bupati Teluk Wondama untuk mematangkan rencana Rally Wisata Wondama dan Festival Budaya Kuweta.
Audiensi dan koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong Kawasan Transmigrasi Werianggi–Werabur sebagai simpul pertumbuhan baru melalui pengembangan pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, serta potensi komoditas lokal.
Pertemuan di Kantor Bupati Teluk Wondama dihadiri oleh perwakilan TEP UI, di antaranya Assoc. Prof. Dr. Hendra Kaprisma (Ketua Tim 7); Dwi Kristianto, S.Hut., M.Kesos. (Ketua Tim 10); serta Karin Amelia Safitri, S.Pd., M.Si., CRMO., QWP. (Ketua Tim 15), beserta seluruh anggota timnya.
Dari pihak Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, audiensi dan koordinasi dihadiri langsung oleh Bupati Teluk Wondama Elysa Auri, S.E., M.M., didampingi oleh Asisten Bupati Drs. Amiruddin, Kepala Dinas Koperindagkop Ekbekson Karubuy, S.E., Plt. Kepala Dinas Pariwisata Bertha Auri, S.Si., M.Si., serta pejabat daerah Benny Palapessy, S.Sos., dan Early T. Pahlinary, S.STP.
Bupati Elysa Auri menyambut baik kehadiran akademisi dan peneliti dari UI. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program serta manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jangan hanya berfokus pada kemeriahan acaranya saja, tetapi harus ada wujud konkret dan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Elysa Auri.
Menanggapi hal tersebut, Assoc. Prof. Dr. Hendra Kaprisma, menjelaskan bahwa program yang direncanakan pada awal November tersebut merupakan bagian dari integrasi hasil kerja 20 tim TEP UI yang telah melaksanakan kegiatan pengabdian di Werianggi–Werabur.
Program tersebut mencakup lima klaster pengembangan, yakni pendidikan dan kesehatan, pertanian dan perkebunan, pengembangan komoditas unggulan, ekonomi kreatif, serta adat dan budaya. Rally Wisata Wondama dan Festival Budaya Kuweta diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai hasil kerja tersebut dengan masyarakat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan.
“Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial. Kami ingin mengintegrasikan hasil kerja berbagai tim menjadi sebuah gerakan bersama yang memperkenalkan potensi Werianggi–Werabur sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Hendra.
Sementara itu, Dwi Kristianto menjelaskan bahwa Rally Wisata Wondama dan Festival Budaya Kuweta dirancang untuk memperkenalkan kekayaan adat, budaya, kuliner, serta potensi masyarakat Teluk Wondama. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat identitas lokal serta peran masyarakat adat dalam pembangunan kawasan.
“Kami ingin Rally Wisata Wondama dan Festival Budaya Kuweta tidak hanya menjadi ruang perayaan budaya, tetapi juga menjadi media untuk memperkuat identitas masyarakat dan memperkenalkan potensi Wondama kepada publik yang lebih luas,” kata Dwi.
Rally Wisata Wondama dirancang sebagai upaya untuk memperkenalkan jalur darat menuju Werianggi–Werabur dan membuka akses terhadap potensi kawasan. Melalui kegiatan ini, TEP UI berharap jalur yang selama ini dipandang sebagai tantangan aksesibilitas dapat berkembang menjadi koridor yang menghubungkan pariwisata, ekonomi lokal, dan peluang investasi.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi puncak integrasi dan branding program Ekspedisi Patriot UI di Werianggi–Werabur. Melalui sinergi antara DPIS UI, Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, masyarakat adat, dan berbagai pemangku kepentingan, Werianggi–Werabur diharapkan semakin dikenal sebagai kawasan yang memiliki potensi besar untuk berkembang.
Dari kawasan yang selama ini menghadapi tantangan keterisolasian, Werianggi–Werabur kini didorong untuk tumbuh sebagai ruang baru bagi kolaborasi, budaya, pariwisata, dan perekonomian masyarakat.(sam)






