FPPTI Sulteng Gelar Workshop Riset Perpustakaan dan Publik Speaking

  • Whatsapp
Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama Universitas Tadulako Dr. sc. Agr. Aiyen, M.Sc (kedua kiri) didampingi Ketua FPPTI Sulteng H Saharuddin Lurang, M.Si (kedua kanan) dan Kepala UPT Perpustakaan Untad, Hj.Nurhayati, M.Si serta pemateri workshop,Syamsuddin, S.S,M.Si yang berlangsung di aula Pasca Sarjana Untad, Jumat (14/7/2023) pagi.(syamsuddin/mediasulawesi.id)

PALU-Forum.  Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Wilayah Sulawesi Tengah, Jumat (14/7/2023) menggelar workshop Riset Perpustakaan dan Publik Speaking. Workshop bertemakan Advanced Approach Toward Academic Writing and Research For Librarian ini diikuti puluhan pustakawan dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Tengah. Tampil sebagai pemateri adalah Prof Nur Edy, Ph.D (Dosen Universitas Tadulako) dan Syamsuddin, S.S, M.Si (Dosen Universitas Alkhairaat Palu). Dalam workshop ini juga dirangkaikan dengan penandatangan kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Wilayah Sulawesi Tengah.

Ketua FPPTI Wilayah Sulawesi Tengah H Saharuddin Lurang, M.Si dalam sambutannya mengatakan workshop yang digelar selama satu ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan kepada para pustakawan yang dituntut mampu menulis dan meneliti seperti halnya dosen. Selain itu juga, pustakawan diharapkan bisa memiliki skill atau keterampilan dalam berbicara di hadapan publik. Kemampuan yang diperoleh nantinya bisa ikut membantu dalam peningkatan karir para pustakawan. ‘’Jadi melalui kegiatan ini tentunya para pustakawan bisa mendapatkan bekal pengetahuan baik dalam menulis dan melakukan penelitian maupun berbicara di hadapan umum yang dikenal public speaking,’’tandas Saharuddin yang juga Ketua Perpustakaan Pasca Sarjana Universitas Tadulako ini.

Pilihan Redaksi :  Fakultas Sastra Unisa Gelar Bimtek Proposal Hibah Penelitian Abdimas

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama Universitas Tadulako Dr. sc. Agr. Aiyen, M.Sc yang membuka kegiatan workshop dalam sambutannya mengatakan perpustakaan dan pustakawan memegang peranan penting dalam perguruan tinggi. Kualitas perguruan tinggi, menurut Aiyen, terutama dinilai dari kualitas perpustakaan dan laboratoriumnya. Ia pun sangat mengapresiasi kegiatan workshop yang digelar FPPTI Sulawesi Tengah. ‘’Jadi bukan dilihat dan kemewahan gedung kampusnya atau ruang kerja pimpinannya tapi bagaimana fasilitas perpustakaan dan laboratorium kampus tersebut,’’tandasnya.

Agar perpustakaan di perguruan tinggi tersebut juga berkualitas, lanjut Aiyen maka tentunya harus didukung pula oleh sumber daya manusia (SDM) dalam hal ini pustakawan yang berkualitas. Untuk mencapai itu harus dibarengi dengan kemampuan akademik terutama dalam menulis dan meneliti seperti halnya yang dilakukan akademisi. Ia berharap para pustakawan perguruan tinggi se-Sulawesi Tengah bisa terus mengembangkan potensi yang dimiliknya.

Pilihan Redaksi :  Fakultas Sastra Unisa Resmi Kerjasama Dengan Undhira Bali

Prof Nur Edy, Ph.d, yang tampil sebagai pemateri pertama memaparkan bagaimana teknik penulisan dan penelitian yang hendaknya dilakukan para pustakawan baik dalam mengelola perpustakaan di kampusnya maupun dalam mengembangkan karirnya. Menulis dan meneliti, kata Nur Edy, saat ini tidak lagi menjadi tugas seorang dosen tapi juga civitas akademik lainnya. Demikaian halnya dalam mengelola perpustakaan saat ini tidak hanya secara offline tapi juga online yang dikenal dengan perpustakaan online atau digital. Dosen Universitas Tadulako ini banyak memberikan tips menulis dan meneliti yang baik dan berkualitas.

Sementara itu, narasumber kedua, Syamsuddin, S.S, M.Si (dosen Universitas Alkhairaat Palu) menjelaskan tujuan dan manfaat berbicara di hadapan umum atau dikenal public speaking. Selain itu juga memberikan teknik dan kiat mampu berbicara di hadapan public. Menurutnya, pustakawan saat ini tidak hanya menjalankan tugas sebagai pengelola perpustakaan di kampusnya dengan melayani para pengunjung. Pustakawan juga harus memiliki bekal keterampilan berbicara saat melakukan kegiatan baik di dalam maupun di luar kantor. ‘’Bekal keterampilan berbicara ini sangat penting dalam mendukung karir pustakawan nantinya,’’jelas Syamsuddin yang juga Jurnalis SCTV/Indosiar Palu.(SAM)

Pos terkait