Puluhan Dosen di Palu Ikuti Bimtek Calon Pengajar BIPA

  • Whatsapp
Sebanyak 24 dosen dari berbagai perguruan tinggi di Kota Palu, Sulawesi Tengah mengikuti program bimbingan teknis (bimtek) calon pengajar Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA). Kegiatan yang berlangsung sejak 28-30 Agustus 2022 di Aula BPMP Sulteng (sam/mediasulawesi.id)

PALU-Sebanyak 24 dosen dari berbagai perguruan tinggi di Kota Palu, Sulawesi Tengah mengikuti program bimbingan teknis (bimtek) calon pengajar Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA). Kegiatan yang berlangsung sejak 28-30 Agustus 2022 di Aula BPMP Sulteng ini diinisasi Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia Penutur Asing (APPBIPA) Cabang Sulawesi Tengah bekerjasama dengan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah.

Ketua APPBIPA Cabang Sulawesi Tengah Asrianti, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan jika kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja APPBIPA Sulteng yang baru dikukuhkan bulan Juli 2022 lalu. Program tersebut bertujuan memberikan bekal pengetahuan kepada calon pengajar BIPA khususnya di Kota Palu. Apalagi tenaga pengajar BIPA di Sulteng khususnya di Kota Palu memang masih sangat kurang. ‘’Ini merupakan program pertama APPBIPA Sulteng dan tujuannya memberikan pengetahuan dasar kepada calon pengajar BIPA.Apalagi jumlah pengajar BIPA di Sulteng masih minim,’ujarnya.

Pilihan Redaksi :  MEMBERI NILAI EKONOMIS LIMBAH PASAR DI KOTA PALU

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah Dr Asrief, M.Hum dalam sambutannya mengapreasi pengurus APPBIPA Sulteng yang menyelenggarakan BIMTEK bagi calon pengajar BIPA. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat tidak hanya bagi pengajar BIPA tapi terutama orang asing yang tinggal atau bekerja di Sulawesi Tengah. Apalagi saat ini di Sulawesi Tengah terdapat sedikitnya 10 ribu tenaga kerja asing yang bekerja di berbagai perusahaan. ‘’Kegiatan ini sangat penting. Apalagi memang dibutuhkan karena di Sulteng ada sekitar 10 ribu tenaga kerja asing dan mereka butuh tenaga pengajar dan tentunya memiliki kompetensi,’’tandasnya.

Dalam bimtek yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghadirkan empat narasumber, masing-masing Dr. Iwa Lukmana, Ferry Yun Kurniawan, Deni Karsana dan Asrianti. Pemateri pertama yang tampil melalui daring yakni Dr Iwa Lukmana (Kepala Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa) dengan materi yang diberikan tentang kompetensi dasar pengajar BIPA. Iwa Lukmana menguraikan tentang pentingnya kompetensi dasar dimiliki para pengajar BIPA.

Pilihan Redaksi :  MEMBERI NILAI EKONOMIS LIMBAH PASAR DI KOTA PALU

Demikian halnya dengan Ferry Yun Kurniawan yang tampil sebagai pemateri kedua memaparkan tentang metodologi pengajaran BIPA. Menurutnya, pengajar BIPA perlu memahami metode pengajaran bahasa Indonesia yang diajarkan kepada penutur asing. Metode yang bagus,turut menentukan keberhasilan pengajar dalam memberikan pemahaman materi kepada pemelajar.

Sementara itu, pemateri Deni Karsana memaparkan materi tentang pengajaran dan model dan desain pengajaran BIPA. Sedangkan Asrianti memberikan materi tentang metodologi dan desain pembelajaran BIPA . Selain materi, peserta diberikan waktu mempraktikkan cara pengajaran di hadapan pemateri, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Deni Karsana maupun Asrianti juga banyak membagikan pengalamannya saat menjadi tenaga pengajar bahasa Indonesia di luar negeri seperti di Vietnam Turki dan Filipina.(sam)

Pos terkait