Dikbud Kota Palu Dorong Peningkatan Akreditasi PAUD dan PNF

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu Palu, Hardi, S.Pd, M.Pd yang tampil sebagai salah satu pemateri dalam rapat koordinasi daerah (rakorda) I BAN PAUD dan PNF Provinsi Sulteng Senin (18/4/2022) pagi.(syamsuddin/mediasulawesi.id)

PALU-Banyaknya satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF) di Sulawesi Tengah khususnya di Kota Palu mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu. Data dari Badan Akreditasi Nasional PAUD dan PNF Provinsi Sulawesi Tengah menyebutkan dari total 3840 satuan PAUD dan PNF yang ada di Sulteng, baru 1285 satuan yang terakreditasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu Palu, Hardi, S.Pd, M.Pd yang tampil sebagai salah satu pemateri dalam rapat koordinasi daerah (rakorda) I BAN PAUD dan PNF Provinsi Sulteng di Palu, 18 April 2022 langsung merespon dengan cepat terkait data yang dibeberkan BAN PAUD dan PNF Sulteng. Hardi pun langsung meminta Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu untuk mengechek seluruh PAUD dan PNF yang belum terakreditasi di Kota Palu.

Pilihan Redaksi :  KPU Palu Tetapkan Perolehan Kursi dan Anggota DPRD Terpilih

Menurut Hardi,peningkatan akreditasi terhadap satuan pendidikan PAUD dan PNF merupakan hal yang penting karena menjadi salah satu indikator maju dan berkualitasnya satuan tersebut. Untuk itu, ia akan terus mendorong para pengelola dan pimpinan PAUD dan PNF untuk meningkatkan akreditasi satuan atau lembaganya. Hal itu juga akan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan sebagaimana menjadi salah satu program prioritas pemerintah Kota Palu.

Menanggapi adanya laporan soal beberapa satuan pendidikan yang tidak pro aktif dalam hal peningkatan akreditasi, Hardi mengaku akan mengkonfirmasi kepada pimpinan satuan tersebut dan menanyakan apa masalah atau kendala yang dihadapi sehingga mungkin bisa dicarikan solusinya. ‘’Kita akan check dan konfirmasi kepada pimpinan satuannya supaya kita bisa tahu apa masalahnya sampai tidak melakukan akreditasi atau akreditasinya tidak mengalami peningkatan,’’tandasnya.(sam)

Pos terkait