Walikota Rekrut Penakluk Buaya Ban Jadi Tim Rescue Satwa Liar Kota Palu

  • Whatsapp
Walikota Palu H Hadianto Rasyid didampingi Kadis Damkar, Sudaryano Lamangkona berbincang-bincang dengan Tili, sang penakluk buaya.(ist)

PALU-Keberhasilan Tili (34 tahun) menaklukkan buaya yang lehernya terjerat ban motor di Sungai Palu, mendapat apresiasi khusus dari Walikota Palu, Hadianto Rasyid. Orang nomor satu di Kota Palu ini memberikan penghargaan dengan merekrut Tili sebagai anggota tim rescue satwa liar di dinas pemadam kebakaran Kota Palu.

Pemberian penghargaan itu disampaikan langsung Walikota Palu Hadianto Rasyid saat mengundang secara khusus sekaligus santap siang bersama di kantor walikota Palu, Rabu (9/2/2022) siang. Walikota juga mengundang Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palu  Sudaryano Lamangkona terkait perekrutan Tili sebagai anggota tim resque satwa liar.

Walikota Palu berterima kasih kepada Tili yang telah membantu melepaskan ban yang menjerat leher buaya selama lima tahun lebih. Keberanian Tili tersebut menurutnya patut diberikan apresiasi. ‘’Pemerintah kota palu sangat berterima kasih kepada mas Tili yang telah membantu melepaskan ban dari leher buaya yang sudah cukup lama,’’ujarnya.

Pilihan Redaksi :  Rifki dan Wahono Resmi Nakhodai PFI Palu Periode 2024-2027

Tili sendiri menyampaikan rasa terima kasihnya kepada walikota Palu atas penghargaan yang diberikan. Ia mengaku aksi penyelamatan terhadap buaya yang terjerat ban motor di lehernya sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan. Ia tidak tega melihat hewan termasuk buaya menderita.

Saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Tinggede, Kecamatan Marawola, Rabu (9/2/2022) pagi, Tili mengungkapkan jika keberhasilan melepaskan ban dari leher buaya memang membutuhkan butuh persiapan khusus. Ia butuh waktu tiga bulan untuk melakukan pemantauan di lokasi buaya berkalung ban sering muncul yakni di Jembatan II, Jalan Gusti Ngurah Rai.

Tidak hanya memantau, ia juga mengaku melakukan pendekatan khusus dengan sang buaya berukuran 4 meter lebih tersebut. Termasuk dengan memberikan makanan berupa ayam, bebek dan burung merpati setiap hari jumat. Tidak hanya itu, ia mencari sarang buaya tersebut dan mengambil seeokor anaknya untuk dijadikan umpan.

Pilihan Redaksi :  Rifki dan Wahono Resmi Nakhodai PFI Palu Periode 2024-2027

Setelah semuanya dianggap matang, pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah ini pun menyiapkan peralatan untuk menjerat/menangkap buaya berkalung ban. Peralatannya terbilang sederhana. Sepasang tali berukuran lima meter diikat pada kawat besi berbentuk lingkaran berdiameter 50 centimeter. Dibantu seorang warga, ia pun memulai aksi penyelamatannya pada Senin (7/2/2022) malam sekitat pukul 19.30 wita. Dan aksinya itu pun berhasil.’’Alhamdulilah saya berhasil menangkap buaya tersebut. Saya senang bisa membantu melepaskan penderitaan buaya itu yang sudah lama terjerat ban motor di lehernya,’’ujarnya.

Bagi Tili, keberhasilan menangkap sang buaya tidak hanya membantu melepaskan ban motor yang menjerat lehernya selama bertahun-tahun. Lebih dari itu, ia ingin mematahkan mitos warga yang mengatakan jika ban yang melingkar di leher buaya itu adalah bukan ban melainkan emas. Bahkan ada seorang warga yang menantangnya untuk memotong sebelah tangannya sendiri jika ada orang yang mampu menangkap buaya tersebut. ‘’Saya dengar pak dari orang itu, ia tantang saya akan potong jarinya sebelah jika ada orang yang mampu menangkap buaya itu. Itu ban di lehernya katanya emas. Tapi Alhamdulillah, atas izin Allah saya bisa menangkapnya dan membuktikan kalau itu ban motor sungguhan,’’ceritanya sembari tersenyum. (sam)

Pos terkait