Permintaan Tinggi, Petani Tolai Kembangkan Penangkaran Bibit Durian

  • Whatsapp
Yono (43), seorang penangkar bibit tanaman buah bibit durian di Desa Tolai.(windy/mediasulawesi.id)

PARIMO- Permintaan bibit durian hasil penangkaran ternyata cukup tinggi. Petani di Desa Makmur Tolai pun kini terus mengembangkan bibit buah yang paling banyak dicari oleh masyarakat tersebut. Tak heran jika daerah Parimo di kenal dengan duriannya, terkhusus daerah tolai, Baturiti, Angsi dan daerah lainnya. Tak hanya dari Parigi Moutong, permintaan juga datang dari luar Parimo bahkan luar Sulawesi Tengah.

Yono (43), seorang penangkar bibit tanaman buah mengatakan, bibit durian yang memang menjadi favorit di kalangan masyarakat. Karena memang proses merawatnya yang tidak sesulit tumbuhan lain. Dan yang pasti hasil buahnya sangat menjanjikan.”Untuk daerah Tolai, Parimo itu permintaan tinggi ke durian, karena sekarang ini umumnya pasaran durian sedang naik daun. Dan petani durian yang sudah merasakan hasil dari panen buah duriannya tersebut sangat membanggakan.”ujar pria paruh baya tersebut, saat diwawancarai Tim mediasulawesi.id,Rabu,(26/01/2022).

“Dengan naik daunya buah durian, saya sebagai pengusaha pembibitan, juga merasakan senangnya. Dimana makin banyak orang yang berlomba-lomba menanam bibit durian, jadi otomatisasi permintaan bibit ke saya juga semakin banyak.”imbuhnya

Disebutkan  ada beberapa jenis bibit durian yang ada di penangkarannya, yaitu Durian lokal, Montong, Musang King, durian bawor, dan juga durian duri hitam.Untuk durian lokal di bandrol dengan harga Rp.20 ribu hingga Rp.50 ribu rupiah tergantung besar kecilnya bibit, Sementara untuk durian fenomenal seperti Musang king, Montong Dan lain-lain di bandrol harga kisaran Rp. 50 ribu hingga Rp.100 ribu rupiah.Selain bibit durian ada juga bibit buah lainnya, seperti mangga, jambu dan juga alpukat. Dengan di bandrol harga Rp.20ribu-50 ribu rupiah.

Yono mengaku, bibit dari penangkarannya tersebut telah banyak di beli oleh masyarakat hingga lintas provinsi seperti Manado, Gorontalo, Toli-toli, Luwuk, Sigi, Poso, Donggala. Bahkan hingga luar pulau yaitu Ambon.

Pria kelahiran Demak tersebut mengatakan jika, bibit durian dari masih biji hingga tumbuh dan siap di jual membutuhkan waktu 1 tahun sedangkan untuk jenis tanaman lain kurang dari setahun sudah bisa di pasarkan.”Kalau durian itu 1 tahun kita baru jual, karena memang prosesnya banyak, dari mengolah biji sampai menumbuhkan sitling atau batang bawah dan entris atau mata bawah perlu waktu 6 bulan kemudian, di okulasi selama 21 hari lalu menumbuhkan okulasi nya sampai 4 bulan. Setelah itu kita karantina 2 bulan.”pungkasnya

Ia menambahkan, dengan proses yang begitu panjang, bibit durian tempelan tersebut bisa berbuah dalam kurun waktu 4-5 tahun setelah di tanam. (NDY)

Pos terkait