Bersama 60 Peserta se-Indonesia, Kadis P2KBP3A Pasangkayu Lulus Latpim II

  • Whatsapp
Kepala LAN RI Dr Adi Suryanto MSi, saat menyerahkan Sertifika Penghargaan Pesrta Latpim II kepada Kadis P2KBP3A Pasangkayu, Arhamuddin SE MAP, di gedung Puslatda KDOD LAN, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. senin (8/11/2021).(egi/mediasulawesi.id)

SAMARINDA – Latpim II yang diselenggarakan Puslatbang Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah (KDOD) Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur resmi berakhir, Senin (8/11/2021).Dari 60 peserta, termasuk Kadis P2KBP3A Pasangkayu, Arhamuddin yang satu-satunya perwakilan dari Provinsi Sulawesi Barat, semuanya dinyatakan lulus 100 persen, yang disampaikan acara pelepasan peserta.

Kepala Puslatbang Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah (KDOD) Lembaga Administrasi Negara (LAN)  Samarinda, Dr. Mariman Darto SE MSi, berharap kepada seluruh peserta agar setelah kembali ke daerah masing-masing mampu menunjukan kemampuan individu dan kemampuan strategis dalam mengimplementasikan ke instansi masing-masing.

Presiden angkatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN), Drs Andi Muhammad Ishak MSi Apt, dalam sambutannya melaporkan bahwa dari sejak pembukaan peserta yang masuk berjumlah 60 peserta dan yang keluar juga dengan jumlah yang sama.

Pilihan Redaksi :  Rifki dan Wahono Resmi Nakhodai PFI Palu Periode 2024-2027

Wagub Kaltim, H Hadi Mulyadi, yang hadir diacara pelepasan menyampaikan beberapa hal penting, terkait kesiapan peserta Latpim dalam menghadapi problematika dan tantangan yang akan dihadapi setelah kembali di daerah masing-masing. ‘’Akan banyak tantangan yang akan dihadapi ke depan. Menghadapi semua itu, hanya dengan Sabar dan Ikhlas karena kita tidak ada yang sempurna. Semoga apa yang didapat di tempat ini (KDOD LAN red) mampu menjadikan kita semakin hebat dalam memberikan pelayanan, menciptakan kecerdasan bangsa indonesia,” pesanya.

Senada dengan, Kepala LAN RI, Dr Adi Suryanto MSi yang menyatakan bahwa nilai presentase yang idapat peserta dari para mentor, bukan menjadi ukuran keberhasilan. Tapi keberhasilan itu akan ditentukan saat kembali ke daerah masing-masing.“Untuk itu tetap fokus untuk sampai ke tujuan, tentu akan ada banyak tantangan untuk mencapai ke titik fokus itu,” tandasnya. (egi)

Pos terkait