Digitalisasi UMKM Bangkitkan Pelaku Usaha Di Masa Pandemi

  • Whatsapp
Sri Astuti, pemilik usaha bawang goreng Sri Rejeki di Jalan Tanjung Dako, Kota Palu (syamsuddin/mediasulawesi.id)

PALU-Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi pendorong utama pertumbuhan perekonomian di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Namun pandemic covid-19, membuat sektor ini terpuruk. Banyak pelaku usaha usaha yang terpaksa gulung tikar karena tidak mampu membayar gaji karyawan dan biaya operasional lainnya. Apalagi sebelumnya, Kota Palu diterpa bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi, 28 September 2018 silam.

Untuk bisa bertahan dan bangkit di tengah pandemic corona, para pelaku usaha harus merubah strategi pemasaran barang dan jasa. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital. Pemasaran produk dengan melalui ruang digital  ternyata lebih efektif dan memberikan keuntungan yang lebih besar. Masa pandemic juga kemudian mengubah perilaku konsumen barang dan jasa dari offline (luring) ke online (daring). .

Sri Astuti, pemilik usaha bawang goreng Sri Rejeki di Jalan Tanjung Dako, Kota Palu misalnya saat ditemui mediasulawesi.id mengaku jika wabah corona berdampak signifikan terhadap usaha yang telah dikelolahnya selama 20 tahun. Di saat kasus corona meningkat tajam di Kota Palu beberapa waktu lalu, pendapatan usahanya anjlok hingga  30 persen. Namun ia tidak menyerah. Bersama 15 karyawan yang selama ini membantunya, tetap semangat mengelola usahanya. ‘’Dampaknya besar, tapi saya bersyukur karena  tidak sampai memberhentikan karyawan. Tetap 15 orang. Hanya memang kerjanya dikurangi,’’urainya.

Masuknya era digital dimanfaatkan Sri dengan memasarkan produk bawang gorengnya secara online. Ia memanfaatkan sejumlah situs belanja online maupun pemasaran lewat media sosial.  Alhasil, omzet perempuan Kelahiran Yogyakarta, 68 tahun silam ini merangkak naik hingga 70 persen. Dimasa pandemic mulai menurun ini, omzetnya pun rata-rata Rp10 hingga Rp15 juta per hari. ‘’Alhamdulillah sekarang meningkat hingga 70 persen. Saya memanfaatkan situs belanja online dalam memasarkan produk. Meski tetap ada juga yang datang membeli secara langsung,’’jelasnya lagi.

Pihak Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palu pun tidak memungkiri jika pandemic covid-19 memberi dampak besar bagi sektor perekonomian, khususnya dunia usaha mikro, kecil dan menengah. Padahal ada puluhan ribu jenis usaha yang aktif dan turut berkontribusi terhadap kemajuan perekonomian Kota Palu. Data per Oktober 2021, terdapat 89.250 jenis usaha dan paling besar diantaranya usaha buah-buahan dan kelontong.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palu Setyo Susanto kepada media ini, Jumat (22/10/2021) siang mengatakan pandemic corona memang memberikan dampak signifikan bagi kelangsungan sektor usaha di Kota Palu khususnya yang masuk kategori usaha kecil dan menengah. Ini tak lepas dari kebijakan pemerintah yang melakukan pembatasan pembelian barang dan jasa secara manual.

Adanya kebijakan pemerintah yang dikenal dengan PPKM itu, lanjut Setyo, membuat pelaku usaha harus merubah strategi pemasaran. Produsen dan konsumen harus beralih ke ruang digital dalam melakukan aktivitas jual beli. Namun untuk menggaet konsumen tentunya dibutuhkan kreativitas pelaku usaha. Seperti desain produk yang akan dijual atau dipromosikan dalam bentuk visual/video harus menarik dan meyakinkan.

Setyo juga mendorong para pelaku  pemasaran lebih kreatif dengan menonjolkan bahan baku lokal . Hal itu penting untuk bisa lebih bersaing dengan produk luar dan nilai jualnya lebih tinggi. Karena jika produk yang dihasilkan sama dengan dari luar maka pasti kalah bersaing. Ia mencontohkan sektor usaha batik bomba. Selama ini belum diketahui orang banyak karena pemasarannya masih sederhana. Padahal batik bomba tersebut memiliki ciri khas/keunikan sekaligus menunjukkan identitas lokal. ‘’Kalau itu didesain dengan baik tentu akan punya nilai jual tinggi,’’tandasnya.

Pemerintah Kota Palu sendiri, tambahnya, tidak tinggal diam dalam mendorong pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya  di masa pandemi. Untuk tahun 2021 pemerintah Kota Palu akan membantu 100 pelaku usaha dilatih dengan sistem digitalisasi. Sedangkan untuk tahun 2022, pemerintah akan membantu  4000 pelaku usaha yang tersebar di seluruh kelurahan untuk dilatih dan diberi bekal keterampilan dalam menjalankan usahanya berbasis digital. Tidak hanya sistem pemasarannya tapi juga termasuk proses perizinan yang berbasis online. ‘’Jadi pemerintah sudah menyiapkan program untuk mendorong pelaku usaha mengembangkan usahanya . Mereka akan dilatih menggunakan sistem digital. Mendesain produk dan dijual melalui online,’’kuncinya. (sam)

Pos terkait