Rencana Revitalisasi Pasar, Baru Tiga Pasar Miliki Sertifikat Resmi

  • Whatsapp
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu Ajengkris.(windy/mediasulawesi.id)

PALU-Pemerintah Kota Palu berencana melakukan revitalisasi pasar,tahun depan. Namun dari 10 pasar di Kota Palu, baru tiga pasar memiliki sertifikat resmi.Sedangkan syarat mutlak revitalisasi ialah bersertifikat atas nama Pemerintah Kota Palu. Dari 10 pasar di Kota Palu itu, tujuh di antaranya hanya buka sekali dalam seminggu. Kemudian pasar Inpres Manonda, Tavanjuka dan Masomba merupakan pasar harian.

“Pasar kita bersertifikat itu baru tiga, yaitu pasar Manonda, Tavanjuka, dan pasar Vinase,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu Ajengkris, Minggu (12/9/2021).

Sementara kepemilikan pasar Masomba terbagi antara Pemerintah Kota Palu dan masyarakat umum.“Kalau pasar Masomba itu gado-gado. Artinya di bagian dalam area pasar ada sertifikat atas nama warga,” ujar Ajenkris.

Pilihan Redaksi :  PBSI Dukung Atlet PWI Sulteng Berlaga di Porwanas

Sehingga, kata Ajenkris untuk terlaksananya revitalisasi pasar oleh Kementrian Perindustrian Republik Indonesia tahun depan. Ajengkris menyebut, Pemerintah Kota Palu harus menganti rugi kepemilikan lahan tersebut.“Pusat mau bantu revitalisasi pasar itu asal bersertifikat, jadi untuk pasar Tavanjuka, Vinase dan Manonda itu sudah aman. Kalau pasar Petobo baru memiliki surat keterangan dari Pertanahan saja,” sebutnya.

Lanjutnya, untuk anggaran revitalisasi pasar, Ajengkris tidak bisa menyebutkan berapa jumlahnya. Sebab, dari perencanaan hingga hingga pelaksanaan dilakukan langsung oleh Kementrian Perindustrian RI.“Yang menentukan semua mereka (Kementrian Perindustrian-red) mulai dari perencanaan hingga perhitungan lain sebagainya. Karena mereka sudah beberapa kali datang berkunjung untuk penganggaran itu yang dilakukan penghitungan di Jakarta,” ujar Ajengkris. (NDY)

Pos terkait