DONGGALA-Sejumlah bahasa daerah di Sulawesi Tengah saat ini mengalami degradasi jumlah penutur. Bahkan beberapa bahasa lokal tersebut terancam punah. Salah satu bahasa daerah yang mengalami penurunan jumlah penutur secara signifikan adalah Dampelas.
Menurunnya jumlah penutur bahasa Dampelas, selain disebabkan karena pengaruh kawin campur, masuknya bahasa daerah dari luar juga hadirnya bahasa Indonesia yang dominan digunakan sebagai bahasa percakapan sehari-hari.
Menyikapi kondisi tersebut, sejumlah akademisi dari Fakultas Sastra Universitas Alkhairaat Palu bersama pemerintah desa, tokoh adat dan tokoh masyarakat melakukan forum grup diskusi membahas upaya pelestarian bahasa Dampelas. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, Kamis, (2/10/2025) pagi.
Dalam diskusi yang berlangsung selama 3 jam tersebut, tim peneliti dari Fakultas Sastra Universitas Alkhairaat menawarkan strategi yang harus dilakukan dalam melestarikan bahasa Dampelas. Selain melalui kegiatan seni budaya, juga penerapan muatan lokal di sekolah-sekolah. ’’Untuk kegiatan seni budaya bisa melalui pembentukan sanggar seni maupun kegiatan festival budaya yang diselenggarakan secara rutin. Sedangkan untuk muatan lokal bisa diterapkan di lingkungan baik pendidikan anak usia dini maupun sekolah dasar yang ada di kecamatan Dampelas,’’ujar Syamsuddin, ketua tim peneliti.
Ide tesebut disambut positid pemerintah desa, tokoh masyarakat dan tokoh adat Dampelas. Mereka sepakat dan mendukung langkah akademisi yang ikut membantu melakukan upaya penyelamatan bahasa Dampelas. ’’Kegiatan ini sangat positif. Kita sangat setuju dan mendukung upaya pelestarian bahasa Dampelas yang memang sudah mengalami penurunan pengguna di masyarakat,’’tandas Maskar Karama, Kepala Desa Talaga.
Hal yang sama diungkapkan Tokoh Adat Desa Talaga, Jasman yang berharap dukungan semua pihak dalam melestarikan bahasa Dampelas.Hasil forum grup diskusi ini diharapkan bisa ditindaklanjuti dengan langkah konkret pihak terkait dalam melestarikan bahasa Dampelas.(Ryan)






