GPB Sulteng Aksi Nyala 1000 Lilin dan Doa Bersama Untuk Korban Pemerkosaan

  • Whatsapp
Gerakan Perempuan Bersatu (GPB) Sulteng menggelar aksi nyala 1000 lilin dan doa bersama lintas agama, bertempat di halaman depan Rumah Sakit Umum (RSU) Undata Palu, Minggu (4/6/2023) malam.(syahrul/mediasulawesi.id)

PALU – Gerakan Perempuan Bersatu (GPB) Sulteng menggelar aksi nyala 1000 lilin dan doa bersama lintas agama di halaman depan Rumah Sakit Umum (RSU) Undata Palu, Minggu (4/6/2023) malam. GPB itu sendiri terhimpun di dalamnya beberapa organisasi perempuan yang ada di Sulawesi Tengah.

Adapun organisasi dimaksud diantaranya Libu Perempuan, LBH APIK, SKP-HAM, KPKP-ST, KPPA, KPI Sulawesi Tengah, Solidaritas Perempuan, Sikola Mombine, dan Forum Sudut Pandang.  Selain doa bersama, GPB Sulteng juga mempersembahkan puisi dan lagu-lagu bertema melawan kekerasan seksual.

Para partisipan tersebut pun memberikan dukungan terhadap korban dengan menandatangani petisi serta membacakan deklarasi pernyataan sikap mengawal proses hukum asusila tersebut hingga tuntas. Bahkan, kegiatan tersebut pun turut diikuti perwakilan LPSK, Komnas Perempuan, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) via Zoom.

Aksi itu dilakukan sebagai antusias dan kepeduliannya dalam mendukung kesembuhan dan keadilan bagi R alias korban pemerkosaan di bawah umur oleh 11 orang di Parigi Moutong,  Sulawesi Tengah itu.

Hal itu dikatakan Juru Bicara Gerakan Perempuan Bersatu (GPB) Sulteng, Nurlaela Lamasitudju, kepada media ini, Minggu (4/6/2023) malam. “Melalui doa bersama adalah dukungan yang sepenuh-penuhnya kepada kesembuhan adik R, semoga dengan sembuhnya sehingga dapat menyampaikan seluruh kebenaran yng dialami atas peristiwa kekerasan seksual yang dialaminya,” tuturnya.

Direktur Eksekutif SKP-HAM Sulteng itu juga menyebutkan, bahwa kekerasan-kekerasan seksual terhadap perempuan terutama terhadap anak tersebut kerap kali terabaikan, ia berharap agar kiranya hal itu dapat menjadi perhatian seluruh pihak yang patut terus diperjuangkan. “Semua pihak harus bisa berkolaborasi, bersama-sama memastikan kasus-kasus seperti ini ditangani dan tidak berulang di masa yang akan datang,” tegasnya.

Sementara itu, hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur RSU Undata Palu, drg. Hery Mulyadi, membeberkan, sekiranya esok hari akan ada pemeriksaan kembali terhadap korban untuk memastikan tindakan medis yang akan dilakukan. “Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan langkah selanjutnya yang akan dilakukan,” bebernya.

Sedangkan untuk kondisi terkini korban, dikatakannya, berdasarkan hasil pemeriksaan terbarunya hingga kini dalam keadaan baik. “Hasil pemeriksaan tadi, kondisinya baik, tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan, tidak seperti waktu pertama kali datang,” lanjutnya.(SCW)

Pos terkait