PALU – Bangunan tua yang terletak di Jalan Cempaka, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu dengan arsitektur bergaya khas Belanda yang unik dan istimewa bernama Gedung Juang ini kini tampak tak perkasa lagi karena termakan usia. Gedung Juang ini merupakan saksi bisu perjalanan sejarah Indonesia di tanah Kaili, Sulawesi Tengah.
Berdasarkan informasi dihimpun media ini, di tempat tersebutlah para Kolonial Belanda berkantor, menjajah, merundingkan, memutuskan, dan menyerahkan kembali kemerdekaan kepada rakyat di Sulawesi Tengah. Bangunan tersebut dibangun pertama kalinya sekiranya pada bulan November 1905 silam, dimana dijadikan sebagai kantor sub wilayah oleh Pemerintahan Kolonial Belanda pada masa itu.
Sayangnya, gedung bersejarah tersebut kini tampak kurang terawat. Terlihat beberapa bagian bangunan mulai mengalami kerusakan dan tak terpelihara. Saat ini, bangunan tua ini hanya dimanfaatkan oleh beberapa Organisasi Veteran Sulawesi Tengah untuk berkantor.
Melihat mirisnya bangunan tersebut, Koordinator Komunitas Historia Sulawesi Selatan (KHST), Mohammad Herianto, mengharapkan, agar kiranya Pemerintah terkait dapat melihat gedung tersebut tak hanya sebatas sebagai gedung biasa, menurutnya, Gedung Juang itu menjadi sejarah penting di masa Pemerintahan Belanda dahulu. “Tempat ini perlu dilestarikan, dan bahkan perlu ditetapkan sebagai cagar budaya,” harapnya.
Pasalnya, gedung juang tersebut merupakan satu-satunya gedung tertua peninggalan Pemerintahan Belanda yang masih tersisa hingga kini. Tak ada sedikitpun bagian dari gedung tersebut yang berubah, mulai dari pintu, dinding, jendela, bahkan lantainya pun masih utuh asli peninggalan Belanda.
Berdasarkan pengamatan pihaknya, ia menemukan bahwa Gedung Juang tersebut sedianya dibangun oleh Belanda dengan sangat teliti bahkan arsitektur bangunannya dirancang sedemikian rupa tahan dalam kondisi yang rawan gempa. “Rupanya mereka sudah tau dan memprediksikan dimasa itu kalau di tempat ini (Kota Palu, red) rawan gempa, buktinya sangat kokoh bahkan sampai saat ini masih bertahan, ” pungkasnya.(SCW)






