Ratusan Peserta Ikuti Seminar Internasional Universitas Negeri Gorontalo

  • Whatsapp
Seminar Webinar Internasional yang digelar Universitas Negeri Gorontalo, Selasa (20/5/2025) siang.(syamsuddin/mediasulawesi.id)

GORONTALO-Lebih 300 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi di Indonesia mengikuti seminar internasional yang digelar di kampus Universitas Negeri Gorontalo, Selasa (20/5/2025) siang. Seminar yang menghadirkan pemateri dari universitas terkemuka di Malaysia ini mengusung tema ’’Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dan Transformasi Tantangan Menjadi Peluang di Kawasan Teluk Tomini’’.

Tiga pembicara utama yang tampil antara lain    Dr. Sharon Kwan Sam Mee, Dr. Daron Benjamin Loo, dan Junaidah Januin, M.A (Dosen Senior Universitas  Malaysia Sabah (UMS).Mereka dipandu moderator, Rizky Anugrah Putra, mahasiswa program doktoral prodi Linguistik Terapan Universitas Negeri Gorontalo.

Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Mahludin H. Baruwadi saat dalam sambutannya sekaligus membuka seminar internasional yang digelar secara daring itu mengatakan kegiatan kali ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung pengembangan riset dan inovasi, khususnya dalam konteks pembangunan berkelanjutan di kawasan Teluk Tomini.

Mahludin secara khusus menyampaikan apresiasinya kepada para narasumber dari Universiti Putra Malaysia dan Universiti Malaysia Sabah, serta menegaskan peran UNG sebagai pusat pertukaran pengetahuan dan kerja sama akademik lintas negara. ’’Kami harapkan melalui kegiatan ini bisa menambah wawasan dan memberikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi seluruh peserta, khususnya di Universitas Negeri Gorontalo,’’harap mantan Kepala LLDIKTI Wilayah XVI tersebut.

Dr. Daron Benjamin Looyang tampil sebagai pembicara pertama memaparkan materi dengan topik  Sustainable Learning through Feedback: Dialog and Spiral Dosen Senior Universitas Malaysia Sabah menekankan bahwa dalam pendidikan, pendekatan pedagogis potensial yang dapat mendorong pembelajaran berkelanjutan adalah penyediaan umpan balik. Kadangkala, kata dia, umpan balik dikesampingkan karena biasanya dilakukan pada tugas akhir.

Sedangkan pembicara kedua, Junaidah Januin, M.A membawakan materi dengan topik Beyond the Bars: Cultivating Sustainable Human Resources and Reintegration Through Communication Modules. Junaidah memaparkan secara spesifik program pengayaan dan pengembangan program khusus untuk mempersiapkan narapidana untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat setelah dibebaskan.

Sementara itu, pemateri ketiga, Dr. Sharon Kwan Sam Mee membawakan materi dengan topik Nurturing suistainable development: The interplay of psychososial development and self-concept in children. Sharon menguraikan perkembangan anak di awal pertumbuhan yang meliputi perkembangan fisik dan biologis, perkembangan kognitif, perkembangan bahasa. Setelah itu,fase pertumbuhan selanjutnya meliputi perkembangan psikososial.

Selain ketiga pembicara tersebut, lebih 20 presenter dari berbagai perguruan tinggi dan institusi ikut tampil menyajikan materi.

Seminar yang berlangsung hingga sore hari ini, ditutup Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan yang diwakili oleh Ketua Panitia, Dr. Muziatun. Ia menekankan pentingnya kolaborasi internasional sebagai langkah strategis untuk memperkuat kontribusi akademik UNG dalam pembangunan wilayah. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang akan terus dilaksanakan pada masa mendatang untuk memperluas jejaring kerja sama dan memperdalam dampak riset baik di tingkat regional maupun global.(sam)

Pos terkait