Armada Pengangkut Rusak, DLH Kesulitan Palu Kesulitan Tangani Sampah

  • Whatsapp
Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu mengalami kendala dalam penanganan sampah karena rusaknya sejumlah armada pengangkutan sampah.(windy/mediasulasulawesi.id)

PALU- Sebanyak enam armada pengangkut Sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu tidak beroperasi akibat beberapa armada mengalami kerusakan dan beberapa armada baru belum masuk. Akibat dari kerusakan tersebut ada banyak sampah yang belum di angkut dari beberapa sudut kota palu.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu Hisyam Baba mengatakan, bahwa saat ini tiga unit armada yang rusak tersebut sedang diperbaiki di workshop DLH.”Jadi armada kita sedang kita perbaiki yang tiga rusak itu, ada juga yang masih baru tapi hari ini tidak masuk. Adapun nomer-nomer kendaraan armada yang tidak masuk yaitu 01,17, 58, 19,15, dan 20,”uangkap Hisyam Baba

Masing-masing armada tersebut melayani pengangkutan sampah sesuai dengan lokasinya masing-masing seperti. Armada 01 melayani jalur Huntap Tondo, Jl Dewi Sartika, Jl Karajalemba, Jl Donggala dan Jl Touwa I.Armada 17 melayani jalur RS Madani, Poltekkes, Jl Soekarno-Hatta, Jl Sisingamangaraja, Jl Moh Yamin dan Jl Ramba.

Armada 58 melayani jalur lapangan Vatulemo, Rusunawa, Jl Bulumasomba, Jl Gunung Bulili, Jl Mamara dan Jl Raksatama dan Jl Uwentumbu (Adila Garden).Armada 19 melayani jalur Amakos, Palaode, Jl Roviga, Jl Dayodara, Jl Untad 1 dan Pasar Talise.Armada 15 melayani jalur Pantoloan, Baiya, Taweli, Trans Tondo, Jl Setiabudi, Jl Yojokodi.Terakhir armada 20 melayani jalur Pasar Mamboro, Asrama Brimob, Jl Tanjung Santigi, Jl Masjid Raya, dan Jl Tanjung Dako.

Hisyam meminta maaf kepada masyarakat yang berada di jalur pengangkutan tersebut karena keterlambatan dalam mengangkut sampah-sampah yang ada. Dan mengupayakan agar armada-armada tersebut bisa cepat beroperasi.”Kami mohon maaf kalau titik aampah di jalur armada tersebut belum atau lambat terangkut, bukan karna adanya unsur kesengajaan melainkan karna faktor teknis,” tutup Hisyam Baba.” Tuturnya (NDY)

Pos terkait