Diduga Persulit Nasabah Ambil BPKB, BAF Sebut Sudah Diproses Di Pusat

  • Whatsapp
Kantor PT Bussan Auto FInance (BAF) di Jakarta (ist)

PALU-Seorang nasabah Busan Auto Finance (BAF) Palu bernama Rahmat Dhani, warga Jalan Swadaya, Kota Palu mengeluhkan pihak leasing Bussan Auto Finance (BAF) Palu yang memproses pengambilan Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) kendaraan bermotor miliknya. “BAF Palu sangat mempersulit, padahal itu BPKB sudah jadi hak saya,” kata Dhani kepada media ini, di Kota Palu, Rabu, 15 Februari 2023.

Dani menuturkan jika sepeda motor miliknya sebenarnya telah lunas sejak tanggal 26 Desember 2022 lalu. Proses angsuran pelunasan telah dilakukan sesuai prosedur, termasuk beberapa kali juga pembayaran denda. “Semua bukti pembayaran ada sama saya, termasuk pembayaran denda,” katanya.

Masalah kemudian muncul ketika di bulan Januari 2023, ia mendatangi kantor BAF Palu bertujuan mengambil BPKB sepeda motor miliknya. Sesampainya di BAF oleh staf CS nya menyampaikan BPKB masih diproses dipusat harap menunggu dan akan akan dihubungi.

Pilihan Redaksi :  Esok, 968 Petugas Pantarlih Se-Kota Palu Dilantik

Berjalannya waktu hampir sebulan, dia tak kunjung dihubungi dari pihak BAF. Maka dia pun kembali mendatangi BAF untuk menanyakan BPKB yang tak kunjung diberikan, sementara semua proses pelunasan sudah selesai sesuai yang dimintakan pihak BAF.Pada hari Sabtu 11 Februari 2023 dia kembali mendatangi BAF untuk memastikan BPKB nya apakah sudah bisa diambil atau belum.

Lagi-lagi dari pihak CS BAF Palu menyampaikan alasan yang sama, masih dalam proses. Bahkan, dari staf CS sempat mengakui kesalahan dipihak mereka karena ada kesalahan input. “Saya sudah beberapa kali ke BAF alasan mereka tetap sama masih menunggu di proses di pusat, bahkan kami sempat di mintai lagi biaya penitipan sebesar Rp40 ribu,” ujar Dhani.

Pilihan Redaksi :  Esok, 968 Petugas Pantarlih Se-Kota Palu Dilantik

Merasa dipersulit, Dhani akan melakukan langka hukum dan telah berkoordinasi dengan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dan Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) dan minta sanksi denda 500 ribu per hari kepada pihak BAF Palu atas keterlambat memberikan BPKB. “Jangan cuma mereka yang kenakan denda kalau kita yang terlambat bayar angsuran,”  pungkas Dhani.

Menanggapi hal itu, Syawal selaku Account Receivable Head (ARH) BAF Palu kepada wartawan Rabu (15/2/2023) menjelaskan, jika BPKB sepeda motor atas nama Rahmat Dhani sudah diajukan ke pusat dan masih sementara diproses. Ia pun membantah telah mempersulit nasabahnya.“Bukan dipersulit pak, kemarin pada saat pelunasan, masih ada administrasi yang masih tersangkut, kan ada potongan denda disitu administrasinya, jadi untuk sementara ini masih sementara di proses, itu sudah di ajukan,” ujar Syawal saat dikonfirmasi.

Pilihan Redaksi :  Esok, 968 Petugas Pantarlih Se-Kota Palu Dilantik

Syawal menerangkan, sebenarnya untuk proses pengambilan BPKB oleh pihak nasabah bisa langsung diambil jika tidak ada administrasi yang tersangkut.“Kemarin itu kan untuk nasabah Rahmat Dhani masih ada dendanya, jadi itu yang kita ajukan karena ada potongan,” terang Syawal.(tim)

Pos terkait