PENANGANAN COVID-19 SECARA TEPAT UNTUK KESELAMATAN RAKYAT

  • Whatsapp

PENYEBARAN virus corona di Indonesia hingga saat ini masih cukup tinggi. Berdasarkan data BNPB per 28 Agustus 2021, jumlah kasus Covid-19 mencapai 4.066.404 kasus. Dari jumlah kasus tersebut, jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia sebanyak 131.372 orang.Tingginya kasus covid-19 turut dipengaruhi virus corona varian baru yang jauh lebih cepat menular dibandingkan virus pertama.

Kondisi tersebut membuat semua elemen bangsa harus bersatu melawan penyebaran virus corona tersebut. Pemerintah bekerjasama dengan wakil rakyat, aparat kepolisian dan TNI . Selain vaksinasi terhadap semua lapisan masyarakat, pemerintah juga saat ini menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, 3 dan 4 di seluruh wilayah Indonesia. Tak terkecuali di Provinsi Sulawesi Tengah yang seluruh kabupaten dan kota menerapkan PPKM  karena masih tingginya kasus covid-19.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo beberapa waktu lalu menyampaikan jika penerapan PPKM tak lain bertujuan mengendalikan laju penyebaran covid-19 serta membantu mengendalikan kapasitas rumah sakit yang menangani pasien covid-19 agar tidak over capacity. Pengelola rumah sakit kewalahan karena semua ruang perawatan penuh sehingga tidak mampu menampung pasien corona. Solusinya, membangun tenda darurat di areal rumah sakit sebagai tempat perawatan.

Pilihan Redaksi :  Rifki dan Wahono Resmi Nakhodai PFI Palu Periode 2024-2027

Selain PPKM, program vaksinasi nasional juga menjadi salah satu strategi utama pemerintah untuk menyelesaikan masalah pandemic covid-19 di Indonesia. Vaksinasi dilakukan di semua lembaga/institusi baik pemerintah maupun swasta serta menyasar seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah sendiri menargetkan pemberian vaksin secara bertahap kepada sekitar 181,5 juta penduduk Indonesia agar bisa memperoleh kekebalan komunitas atau herd immunity.

Upaya yang diterapkan pemerintah ini mendapat dukungan dari pihak legislatif. Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat H Anwar Hafid menilai upaya tersebut sudah tepat meski belum sepenuhnya berhasil.  Indikatornya, realisasi program vaksinasi masih rendah dan jauh dari target serta jumlah kasus covid-19 masih terus bertambah. Padahal vaksinasi secara massif dianggap efektif dalam menghambat penyebaran virus corona. Karenanya, secara kelembagaan maupun Partai Demokrat mendorong agar upaya tersebut dimaksimalkan.

Kegagalan menghentikan penyebaran virus corona tersebut terutama disebabkan masyarakat belum sepenuhnya mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona. Sebagian besar masyarakat masih menolak untuk vaksinasi dan belum mematuhi protokol kesehatan. Mereka beralasan karena vaksin ternyata tidak bisa menjamin masyarakat tidak terpapar virus corona. Banyak warga yang sudah menjalani vaksinasi hingga dua kali namun tetap saja terkena virus corona.

Pilihan Redaksi :  Rifki dan Wahono Resmi Nakhodai PFI Palu Periode 2024-2027

Selain vaksinasi, kurang patuhnya masyarakat terhadap protokol kesehatan menjadi salah satu pemicu bertambahnya angka covid-19. Masyarakat masih banyak yang malas membawa serta mengenakan masker saat berinteraksi. Mereja juga tidak menjaga jarak ataupun menghindari kerumunan yang berpotensi menjadi tempat penyebaran virus. Penerapan PPKM sebagai langkah untuk membatasi aktivitas dan kerumunan warga juga tak sepenuhnya dipatuhi.

Untuk itu, dibutuhkan ketegasan  pemerintah dalam penerapan kebijakan guna menekan laju penyebaran virus corona tidak hanya cukup dengan aparat  pemerintah,TNI dan Polri. Yang tak kalah pentingnya adalah pelibatan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Pendekatan tokoh masyarakat dan tokoh agama kepada masyarakat akan memberikan hasil yang lebih efektif. Mereka harus memberikan penjelasan dan pemahaman kepada masyarakat agar mengikuti kebijakan pemerintah baik terkait vaksinasi maupun protokol kesehatan.

Pilihan Redaksi :  Rifki dan Wahono Resmi Nakhodai PFI Palu Periode 2024-2027

Tokoh agama juga punya andil besar dalam meyakinkan masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi dan berita yang banyak beredar di media sosial. Apalagi informasi tersebut sifatnya bohong atau hoaks. Keengganan sebagian besar masyarakat untuk divaksin serta mengabaikan protokol kesehatan karena dipengaruhi informasi ataupun berita yang tidak benar beredar di media sosial. Dari penjelasan tokoh agama tentunya diharapkan bisa menyadarkan masyarakat sehingga mau bekerjasama dalam memerangi atau melawan virus corona.

Penanganan pandemic covid-19 secara maksimal menjadi harapan semua pihak agar wabah tersebut bisa segera berakhir. Masyarakat Indonesia merindukan ketenangan dan kedamaian dalam melakukan segala aktivitasnya. Mereka tidak lagi dihantui rasa takut dan khawatir terhadap virus yang ada di mana-mana meski tak bisa dilihat secara kasatmata. Masyarakat semuanya menginginkan kehidupan yang normal kembali agar mampu mewujudkan cita-cita dan mimpinya. (Syamsuddin, Jurnalis dan Pemimpin Redaksi MediaSulawesi.id)

Pos terkait