PALU-Dosen Universitas Alkhairaat Palu, Imaduddin Fadhlurahman meluncurkan novel berjudul Ri Kapamulana Untuk Kembali Pulang, di Aula Fakultas Agama Unisa Palu, Sabtu (24/5/2025) siang. Peluncuran novel yang diinisiasi Fakultas Sastra Unisa bekerjasama dengan penerbit Syab ini menghadirkan pembahas Dr. Ir, Nur Sangaji,dosen senior Universitas Tadulako Palu.
Dekan Fakultas Sastra Universitas Alkhairaat Palu, Syamsuddin dalam sambutannya sekaligus membuka peluncuran novel tersebut mengapresiasi dan salut atas lahirnya karya monumental Imaduddin Fadhlurahman. Meski tidak berlatar belakang ilmu sastra, namun Imad mampu melahirkan karya sastra yang terbilang langka di Kota Palu. ’’Ini luar biasa karena dibuat dan lahir dari penulis yang tidak punya latar belakang ilmu sastra,’’tandansya.
Syamsuddin berharap, terbitnya novel dengan judul berbahasa Kaili tersebut bisa menjadi inspirasi sekaligus memotivasi mahasiswa Universitas Alkhairaat Palu, khususnya di Fakultas Sastra. Ia berharap, Imaduddin akan terus melahirkan karya-karya sastra yang inspiratif dan mengedukasi pembaca, khususnya di Kota Palu.
Sementara itu, Muhammad Nur Sangaji yang tampil sebagai pembahas secara khusus memuji novel karya alumnus Universitas Gajah Mada tersebut. Menurutnya, novel setebal 306 halaman itu memuat fenomena yang sangat menarik dan mengajarkan pembaca tentang keikhlasan dan cinta. Penulis menceritakan bagaimana seorang pemuda yang sukses di tanah rantau namun akhirnya memilih pulang kampung demi kecintaannya terhadap orang tuanya. Selain itu,bagaimana seorang pemuda bernama Gala yang harus ikhlas menerima takdir setelah perempuan yang dicintainya bernama Kirana, menikah dengan laki-laki lain.
Penulis novel Ri Kapamulana, Imaduddin Fadhlurahman mengungkapkan jika lahirnya novel tersebut terilhami dari bencana gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, September 2018 lalu. Saat itu, Imaduddin yang sementara kuliah di Yogyakarta terpukul atas musibah tersebut namun bersyukur karena keluarganya selamat. Kejadian itu sempat membuatnya berfikir untuk kembali pulang ke Palu. Novel Ri Pakamulana menceritakan Gala, seorang dosen muda yang sukses di tanah rantau namun harus mengambil keputusan paling rumit dalam hidupnya. Ia mengalami dilema: memilih antara karir dan cita-cita atau pulang ke kampung halaman untuk cinta yang telah hakiki, yaitu cinta kepada sang ibunda, Mak Emma.
Terkait dengan judul novel yang berbahasa Kaili, Imaduddin membeberkan kalau hal itu melalui proses panjang. Sebelummnya ia menawarkan beberapa judul dan akhirnya yang disetujui penerbit adalah Ri Kapamulana. Baginya, pemilihan judul tersebut sekaligus bagian dari promosi atau memperkenalkan bahasa Kaili ke dunia luar. Novel Ri Kapamulana akan hadir berjejer di galery gramedia di seluruh Indonesia.
Ri Pakamulana Untuk kembali Pulang adalah novel pertama Imaduddin Fadhlurrahman setelah kumpulan cerpen Kampung Halaman dan buku Tetap Tenang Di Dunia Yang Berlari Kencang.
Peluncuran novel tersebut disambut antusias dan dihadiri Rektor Universitas Alkhairaat Palu, Dr. Muhammad Yasin, Ketua Senat Universitas Allkhairaat Palu, Prof Dr Kasman Jaya, Direktur Pascasarjana Unisa Palu, Dr Hasmari Noer, Ketua LPPM Unisa, Dr. Ifal, sejumlah dosen Unisa serta 100 mahasiswa dari Unisa, Universitas Tadulako, UIN Dato Karama Palu dan komunitas literasi.(sam)






