BPJN Ungkap Penyebab Amblasnya Jembatan Buluri

  • Whatsapp
Polisi memasang garis polisi di akses masuk jembatan Buluri untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan.(syahrul/mediasulawesi.id)

PALU – Usai amblasnya jembatan dua Buluri, Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Jumat (7/4/2023) kemarin, akses penyeberangan terpaksa dialihkan melalui jalur sungai. Meski terbilang sulit, tak ada pilihan lain selain melintasi arus sungai dan bebatuan ini. Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah mulai menangani perbaikan jembatan sepanjang 39 meter tersebut.

Dari pantauan mediasulawesi.id, aktivitas penyeberangan melalui jalur alternative semakin padat. Puluhan personel aparatur kepolisian, TNI, BNPB, bahkan warga turut membantu proses penyeberangan. Meski demikian, proses penyeberangan tak semudah yang dibayangkan, bahkan tak sedikit kendaraan roda empat harus didorong untuk dapat melintasinya.

Kepala BPJN Sulteng Arief Syarief Hidayat saat ditemui wartawan MediaSulawesi.id di lokasi mengatakan, pihaknya tengah melakukan proses perbaikan jembatan dengan bentang 39 meter yang ditargetkan rampung sore ini. “Secepatnya kita kalau bisa, sudah dari tadi malam, mudah-mudahan sore ini bisa selesai lah, kita semaksimal mungkin BPJN gerak cepat,” terangnya.

Pilihan Redaksi :  Rifki dan Wahono Resmi Nakhodai PFI Palu Periode 2024-2027

Menurut Arief, amblasnya jembatan tersebut disebabkan usianya yang terbilang cukup tua, terlebih adanya kesalahan pemasangan groundsill jembatan yang menyebabkan terkikis nya bagian bawah jembatan hingga menyebabkan amblas. “Jembatan ini usianya sudah 51 tahun, sebelumnya kita sudah melakukan survey kondisi, masalahnya sebenarnya pemasangan groundsill, harusnya pasangan groundsill ini di sebelah sana (sisi hilir sungai, red) fungsinya supaya arusnya landai, malah ini seperti terjunan sehingga terkikis, itu faktornya,” tambahnya.

Untuk diketahui, selain perbaikan jembatan sementara, pihaknya juga akan membangun jembatan alternatif lainnya juga di sungai tersebut dengan bentang 33 meter, pasalnya pada jembatan alternatif tersebut akan diperuntukan bagi truk dan kendaraan berat lainnya. Proses pembangunannya akan segera dilakukan setelah material tiba yang kini tengah dalam perjalanan.(SCW)

Pos terkait