BAGI pengguna media sosial khususnya facebook dan kanal youtube, Santukaka Channel bukan hal yang asing lagi. Yah, konten video bergenre komedi ini menjadi salah satu tontonan favorit dan menghibur. Ceritanya memang sederhana namun sarat dengan pesan-pesan yang mengedukasi. Uniknya, cerita ini dilakonkan enam bocah cilik asal Desa Meko, Kabupaten Poso yang belajar acting secara otodidak. Bagaimana sejarah lahirnya Santukaka Channel dan kiprahnya kini, berikut ulasannya.
Santukaka Channel lahir dan berdiri awal tahun 2020 silam di Desa Meko, Kecamatan Pamona Barat, Kabupaten Poso. Sebuah desa yang letaknya di pesisir Danau Poso dan berjarak 84 kilometer dari Kota Poso. Adalah Ordianus Tampale, sosok pencetus lahirnya dan suksesnya conten film pendek tersebut. Menariknya, pria berusia 36 tahun ini tidak pernah mengenyam pendidikan di bidang perfilman ataupun acting. Ia justru kuliah di Jurusan Ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado meski akhirnya terpaksa berhenti karena kendala biaya. Ia kemudian merintis usaha menjadi konten creator. ‘’Semua saya pelajari dunia ini secara otodidak pak. Tidak pernah belajar khusus,’’aku Ordi, sapaan akrab Ordianus saat ditemui media ini beberapa waktu lalu.
Menurut Ordi, nama Santukaka memang punya makna tersendiri. Berasal dari kosa kata Bahasa Pamona yakni Santu Ai Santu Kaka (Kakak Beradik,red). Yah, makna itu terkait dengan enam pemain/kru film yang memiliki kekerabatan dekat. Mereka adalah Noel Tampale, Rivan Sanggalea, Kristin Tadene, Fano Kumpa, Julio Penyami dan Vincent Megea. Wadah itu bertujuan tak hanya mengajarkan dunia acting tapi juga sebagai bekal untuk masa depan Rivan Cs yang kini masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Sebuah asa besar yang diretas agar kelak bocah cilik tersebut kelak bisa jadi sineas hingga level nasional.
Santuka Channel, cerita Ordi, awalnya hadir dengan menggunakan bahasa Pamona. Namun melihat minimnya respon pengguna media sosial, membuatnya harus memutar otak. Setahun kemudian, ia merubah strategi dengan menggunakan bahasa Indonesia berdialek Pamona. Ternyata usaha tersebut berhasil. Dalam waktu singkat, jumlah follower (pengikut, red) meningkat drastis. Hingga pertengahan 2022, tercatat lebih 1 juta followers Santukaka Channel. Sebuah angka yang terbilang fantastis.
Hebatnya, followers Santukaka Channel bukan hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia tapi bahkan sampai ke manca negara. Mulai dari Arab Saudi, Hongkong, Malaysia, Brunei Darussalam dan Timor Leste. Enam bocah cilik yang menjadi pemeran dalam Santukaka Channel kini semakin dikenal dan menjadi idola baru di dunia maya. Hal itu juga secara langsung memberikan keuntungan besar bagi manajemen konten tersebut. Meski tak menyebutkan angka pasti, namun Ordi mengaku kini setiap bulan bisa memberikan uang jajan kepada Rivan Cs masing-masing Rp1 juta lebih setiap bulannya.
Menurutnya, honor yang diberikan sebagai hasil keringat tersebut setidaknya bisa membantu orang tuanya yang mengandalkan hidup dari bertani. ‘’Saya bersyukur karena setidaknya bisa membantu mereka dan keluarganya dari hasil usaha ini. Yah, apa yang menjadi harapan saya, setidaknya sudah terwujud meski belum sepenuhnya,’’terangnya.
Kesuksesan Santukaka Channel tersebut memang tak lepas dari kepiawaian Ordi melatih Rivan Cs memainkan karakter anak-anak, dewasa hingga orang tua . Tak hanya itu, ide cerita yang ditampilkan dengan balutan komedi mampu mengocok perut para followersnya. Meski bergenre komedi, cerita yang ditampilkan tersebut sarat dengan pesan edukatif. Kebanyakan ceritanya tentang keseharian serta persoalan pendidikan, ekonomi dan sosial yang lagi aktual.Baginya, cerita yang disajikan tidak hanya sebagai hiburan semata tapi bagaimana bisa menyampaikan atau menyisipkan pesan-pesan yang sifatnya mendidik kepada penonton, khususnya kalangan anak-anak. Apalagi saat ini, anak-anak menjadi salah satu pengguna aktif media sosial.
Namun Ordi dan tim kreatifnya tidak mau jemawa. Ia tidak mau cepat puas dan terlena dengan raihan tersebut. Justru ia semakin termotivasi dan tertantang untuk terus melahirkan karya yang kreatif dan inovatif. ‘’Yah, ini jadi pelecut saya dan tim untuk lebih serius. Jika mau eksis dan terus mendapat hati dari followers dan viewersnya maka tidak ada jalan lain, harus terus kreatif dan inovatif,’’kuncinya. (syamsuddin)






