PPKM Level 2, Umat Hindu Palu Akhirnya Gelar Ngaben Massal

  • Whatsapp
Untuk kali pertama sejak masa pandemi Umat Hindu di Kota Palu melaksanakan ngaben massal.(windy/mediasulawesi,id)

PALU- Untuk kali pertama selama pandemi Covid-19, umat Hindu yang berada di Kota Palu dan juga dari luar palu melakukan pengabenan massal di Pura Prajapati Jl Soekarno-Hatta, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Jumat (8/10/2021)

Ketua panitia ngaben massal Wayan Darmadi kepada wartawan mengatakan, acara ngaben massal tersebut tidak hanya untuk yang ada di Kota Palu saja melainkan ada yang dari Morowali dan juga kabupaten Parigi Moutong. Sebelumnya saat awal-awal pandemi untuk pelaksanaan pengabenan sangat dibatasi sehingga dengan turunnya PPKM menjadi level 2, akhirnya pihak panitia penyelenggaraan melaksanakan pengabenan massal tersebut.

Namun tetap dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, semua peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut di cek suhu, dan menyiapkan rapit swab antigen untuk para peserta yang suhu tubuhnya di atas normal dan juga selama 4 jam sekali para peserta harus Menganti masker yang mereka pakai dengan masker yg baru.”Dua hari dilakukannya ngaben massal dan hari ini puncaknya, kemudian setelah dari ini akan dilanjutkan lagi ke pantai  untuk melarung.”ujar ketua panitia tersebut saat di wawancarai tim Media Sulawesi.id

Pilihan Redaksi :  Fakultas Sastra Unisa Gelar Bimtek Proposal Hibah Penelitian Abdimas

Wayan Darmadi menambah bahwa semua yang di ngabenkan hari ini merupakan orang yang meninggal dua tahun silam atau baru beberapa bulan sebelumnya.”Yang kita abenkan hari ini itu sudah cukup lama meninggalnya, dan ada dua cara untuk di abenkan. Mau di gali lagi kuburnya atau kita simbolkan saja. Dan untuk hari ini semuanya kita simbolkan tadi yang di bakar itu merupakan yg kita simbolkan.” Imbuhnya

Pelaksanaan ngaben massal tersebut di ikuti oleh   36 anggota keluarga yang mengabenkan keluarganya yang telah meninggal.Dari 36 tersebut 19 di antaranya adalah orang dewasa 11 yang kategori anak-anak ada 6 yang kategori balita atau yang keguguran. (NDY)

Pos terkait