Cuaca Buruk, Pendapatan Nelayan Palu Menurun

  • Whatsapp
Cuaca buruk sejak sebulan terakhir ini membuat pendapatan nelayan di Kota Palu menurun.(windy/mediasulawesi.id)

PALU- Kondisi cuaca kota palu yang tak menentu membawa dampak kepada para pelaku usaha ikan asin dimana menyebabkan lamanya proses penjemuran. Pendapatan mereka menurun secara signifikan akibat cuaca buruk tersebut.

Hal itu di ungkapkan oleh Andi Megawati yang merupakan pelaku usaha ikan asin di daerah mamboro. Ia menjelaskan jika cuaca normal proses penjemuran hanya memakan waktu satu setengah hari. Namun saat cuaca tidak menentu penjemuran bisa sampai empat hari.”Pengaruh cuaca ini bikin lama proses penjemuran, untungnya itu ikan-ikan yang sudah  kita beli kita kasi garam sehingga ikannya tidak ada yang busuk walaupun belum di jemur.”ujar Andi Selasa,(7/9/21)

Andi menambahkan, meskipun berpengaruh pada proses penjemuran, tapi untuk omset penjualan sama sekali tidak ada penurunan. Meskipun dalam kondisi cuaca tak menentu, Andi sama sekali tidak kekurangan pasokan ikan, sebab ikan-ikan yang di gunakan tidak hanya berasal dari kota palu saja melainkan dari daerah Pantai Timur, Pantai Barat, Morowali bahkan tak jarang dirinya mengambil pasokan ikan-ikan dari daerah Kalimantan.”Biasa ikan yang kita kelolah ini jenis ikan Rono, Tembang, ikan batu, ikan lajang, ikan cakalang, ikan bete-bete, pokoknya jenis-jenis ikan yang bisa di jemur.

Pilihan Redaksi :  PBSI Dukung Atlet PWI Sulteng Berlaga di Porwanas

Untuk penjualan ikan asinnya sendiri, Andi mengaku menjualnya sampai ke luar daerah kota palu, seperti Surabaya, Jakarta, Timor timur, Sulawesi Selatan dan masih banyak daerah lainnya. Serta untuk permintaan pengiriman terbanyak ada di daerah Kupang. (NDY)

Pos terkait