Fakultas Kedokteran Unismuh Palu Diresmikan, Pemerataan Tenaga Medis di Indonesia Timur

  • Whatsapp
Peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palu, Senin (13/10).(syahrul/mediasulawesi.id)

PALU– Ketimpangan jumlah tenaga dokter di Sulawesi Tengah masih menjadi pekerjaan rumah besar dalam sistem kesehatan daerah. Dengan jumlah penduduk sekitar 3,1 juta jiwa, provinsi ini baru memiliki sekitar 1.700 dokter, baik umum maupun spesialis. Padahal, rasio ideal yang direkomendasikan adalah satu dokter untuk setiap seribu penduduk.

Kondisi itu menunjukkan bahwa Sulawesi Tengah masih kekurangan sedikitnya 1.400 dokter untuk mencapai standar minimal pelayanan kesehatan masyarakat.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak, menilai situasi ini bukan hanya soal angka, tetapi menyangkut pemerataan dan kemandirian sumber daya manusia di bidang kesehatan.

“Kalau kita lihat, rasio ideal dokter di Indonesia itu satu banding seribu penduduk. Di Sulawesi Tengah dengan populasi sekitar tiga juta jiwa, idealnya ada tiga ribu seratus dokter. Sekarang baru sekitar seribu tujuh ratus,” ujar Munawir di sela kegiatan peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palu, Senin (13/10).

Munawir menjelaskan, sebagian besar tenaga medis masih terkonsentrasi di kota-kota besar di Pulau Jawa. Akibatnya, wilayah Indonesia timur seperti Sulawesi, Maluku, dan Papua, mengalami keterbatasan tenaga dokter.

Menurutnya, memperluas akses pendidikan kedokteran di luar Jawa menjadi langkah penting untuk mengatasi ketimpangan tersebut.“Kehadiran Fakultas Kedokteran di Unismuh Palu adalah bagian dari upaya menambah akses bagi masyarakat daerah untuk kuliah di bidang kedokteran. Ini juga langkah strategis dalam memperkecil kesenjangan tenaga dokter di kawasan timur,” ujarnya menambahkan.

Langkah Universitas Muhammadiyah Palu (Unismuh Palu) membuka Fakultas Kedokteran disambut optimistis oleh berbagai pihak. Peresmian program studi baru tersebut berlangsung di Gedung Banua Kaili Rusdy Toana, dan dihadiri unsur pemerintah, akademisi, serta tokoh masyarakat.

Dekan Fakultas Kedokteran Unismuh Palu, Amir Syafruddin, mengatakan pembukaan program studi ini telah melalui pendampingan intensif dari Universitas Muhammadiyah Makassar. Pendampingan dilakukan untuk memastikan seluruh standar pendidikan kedokteran terpenuhi sebelum proses penerimaan mahasiswa dimulai.

“Setelah launching ini kita akan melakukan penerimaan mahasiswa baru. Sesuai aturan, kuota awal masih dibatasi sebanyak 50 orang. Kami yakin bisa memenuhi kuota itu dalam waktu yang ditentukan,” kata Amir.

Ia menegaskan, selain menyiapkan tenaga pengajar dan fasilitas laboratorium, fakultas kedokteran baru ini juga akan menjalin kerja sama dengan rumah sakit dan instansi kesehatan untuk mendukung proses pembelajaran mahasiswa.

Hadirnya Fakultas Kedokteran Unismuh Palu menambah jumlah kampus yang membuka program studi kedokteran di Sulawesi Tengah menjadi tiga. Sebelumnya, program serupa telah lebih dulu ada di Universitas Tadulako dan Universitas Alkhairaat.

Langkah ini diharapkan bukan sekadar menambah jumlah perguruan tinggi, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya tenaga medis dari putra daerah yang memahami kebutuhan masyarakat lokal.

“Dengan bertambahnya akses pendidikan kedokteran di Sulteng, kita berharap masyarakat punya lebih banyak pilihan, dan dalam jangka panjang jumlah dokter bisa meningkat sehingga gap-nya makin kecil,” tutup Munawir.

Kehadiran fakultas baru ini menjadi harapan baru bagi banyak pelajar di Sulawesi Tengah yang ingin menjadi dokter tanpa harus menempuh pendidikan di luar daerah. Di sisi lain, langkah ini juga menjadi bagian dari ikhtiar kolektif pemerintah dan dunia pendidikan untuk memperkuat ketahanan layanan kesehatan di kawasan timur Indonesia.(SCW)

Pos terkait