Tokoh Agama Minta Politik Identitas Jangan Jadi Jualan Pemilu

  • Whatsapp
Ketua Asosiasi Forum Komunikasi Umat Beragama Indonesia Ida Penglengsir Putra Sukahet (pakai siga) dalam pembukaan rapat kerja nasional Asosiasi Forum Komunikasi Umat Beragama Indonesia di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (1/12/2022) malam.(sam/mediasulawesi.id)

PALU-Forum Komunikasi Umat Beragama se-Indonesia meminta agar politik identitas tidak lagi menjadi isu atau jualan politik pada saat menjelang pemilihan umum baik pemilihan presiden maupun legislative. Karena hal itu sangat rawan dan bisa mengganggu keutuhan dan kerukunan beragama di Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Forum Komunikasi Umat Beragama Indonesia Ida Penglengsir Putra Sukahet dalam rapat kerja nasional Asosiasi Forum Komunikasi Umat Beragama Indonesia di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (1/12/2022) malam. Isu agama sangat sensitif dan rawan untuk digoreng dalam politik. FKUB, kata dia, meminta pada semua pihak untuk tidak mempolitisir atau memainkan isu agama di dalam perhelatan politik mulai tahun 2023 dan 2024.’’Jadi kita ingatkan atau imbau semua pihak agar tidak mempolitisir atau memainkan isu agama dalam perhelatan politik nanti,’’tekannya.

Pilihan Redaksi :  Miliki Gedung Megah, Kejati Siap Tingkatkan Penegakan Hukum dan Pelayanan Terbaik

Sementara itu, Ketua FKUB Sulawesi Tengah Prof Zainal Abidin juga sependapat dan meminta kepada semua pihak untuk tidak membawa politik identitas dalam perhelatan politik . Menurutnya hal itu sangat rawan dan bisa mengganggu kerukunan umat beragama. Ia pun  mengajak semua tokoh agama se-indonesia termasuk di Sulawesi Tengah untuk menghindari politik identitas dan justru yang dilakukan adalah politik integral.

Rapat kerja nasional dihadiri juga gubernur Sulawesi Tengah H Rusdi Mastura dan sejumlah tamu undangan lainnya seperti Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Nilam Sari Lawira dan forkompimda. Gubernur menyampaikan  apreasiasinya kepada FKUB Sulteng yang menjadi tuan rumah dan berharap agar melalui kegiatan tersebut, semua pihak bersatu untuk menjaga kedamaian dan ketentraman di seluruh wilayah Indonesia, terutama di Sulawesi Tengah.(sam)

Pos terkait